Dari 3.000 ke 400, Kini Bertarung di Akpol Demi Kursi Bergengsi SMA KTB

Avatar photo

- Penulis

Minggu, 29 Maret 2026 - 23:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Semarang, Genzanews.com — Sebanyak 400 siswa terbaik tingkat nasional hasil seleksi Nusantara Standard Test (NST) Tahap II dalam rangka Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027 mulai berdatangan di Akademi Kepolisian.

Kehadiran mereka menandai dimulainya tahapan krusial seleksi terpusat yang dijadwalkan berlangsung mulai 31 Maret 2026.
Sebelumnya, SMA Kemala Taruna Bhayangkara telah mengumumkan 400 peserta terbaik nasional yang berhak melaju ke tahap akhir.

Para peserta ini merupakan hasil penyaringan ketat berbasis merit dari ribuan pendaftar di seluruh Indonesia.

Data panitia mencatat, dari 3.000 peserta yang lolos NST Tahap I, sebanyak 2.644 siswa mengikuti NST Tahap II, dengan tingkat partisipasi mencapai 88,13 persen dari seluruh provinsi. Angka ini mencerminkan tingginya antusiasme generasi muda dalam mengikuti seleksi berbasis kompetensi dan standar nasional.

Pada NST Tahap II, peserta diuji melalui materi Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) berbahasa Inggris, serta kemampuan Bahasa Inggris. Penilaian menggunakan pendekatan Item Response Theory (IRT), yang memungkinkan pengukuran kemampuan peserta secara objektif, adaptif, dan presisi sesuai tingkat kesulitan soal.

Hasil seleksi menunjukkan persaingan yang sangat ketat. Skor 400 peserta terbaik berada pada rentang 630 hingga 770, jauh melampaui rata-rata nasional di angka 580. Hanya sekitar 15,1 persen peserta yang masuk kategori 5–7 (Baik hingga Luar Biasa) berdasarkan skala prediktif International Baccalaureate (IB).

Karo Penmas Divhumas Polri, Brigjen Pol Trunoyudo Wisnu Andiko, menegaskan bahwa kehadiran peserta dari berbagai daerah mencerminkan semangat kompetisi sehat serta inklusivitas dalam proses seleksi.

“SPMB SMA KTB bukan sekadar seleksi akademik. Sistem ini dirancang transparan, berbasis data, dan mengedepankan meritokrasi. Empat ratus peserta yang lolos merupakan representasi potensi terbaik bangsa yang telah melalui evaluasi objektif dengan standar tinggi,” ujarnya.

Ia menambahkan, pelaksanaan seleksi secara terpusat di Akpol Semarang bertujuan memastikan kesetaraan standar penilaian bagi seluruh peserta. Hal ini sekaligus menjadi wujud komitmen Polri dalam menghadirkan proses seleksi yang adil dan akuntabel.

Lebih jauh, proses ini juga merupakan bagian dari agenda Transformasi Polri Presisi dalam pembangunan sumber daya manusia unggul melalui jalur pendidikan berkualitas dan berdaya saing global.

Sebaran peserta menunjukkan representasi nasional yang kuat. Sebanyak 400 siswa berasal dari 28 provinsi, dengan dominasi dari Jawa Barat, DKI Jakarta, Jawa Tengah, Sumatera Utara, DI Yogyakarta, Banten, Jawa Timur, Bali, Kepulauan Riau, dan Sumatera Selatan.

Dari sisi komposisi, peserta terdiri dari 251 laki-laki (62,75 persen) dan 149 perempuan (37,25 persen). Berdasarkan latar belakang pendidikan, mereka berasal dari SMP negeri (44 persen), swasta kurikulum nasional (42,5 persen), serta swasta kurikulum internasional (13,5 persen).

Data ini menegaskan bahwa keberhasilan ditentukan oleh kesiapan akademik dan daya saing individu, bukan latar belakang sekolah.

Dalam seleksi terpusat ini, peserta akan menjalani serangkaian tahapan lanjutan, mulai dari tes akademik, IELTS prediction test, pemeriksaan kesehatan (rikkes), tes psikologi dan penelusuran mental kepribadian (PMK), uji kesamaptaan jasmani, Leaderless Group Discussion (LGD), hingga wawancara orang tua dan siswa.

Dari seluruh rangkaian tersebut, panitia akan menjaring sekitar 180 peserta terbaik untuk menjadi siswa angkatan kedua SMA Kemala Taruna Bhayangkara.

SPMB SMA KTB 2026 menjadi momentum strategis dalam mencetak generasi muda unggul yang tidak hanya berprestasi secara akademik, tetapi juga memiliki karakter kuat, disiplin, serta jiwa kepemimpinan.

Melalui sistem pendidikan berasrama, sekolah ini diharapkan mampu melahirkan kader bangsa yang siap bersaing di tingkat nasional maupun global.

Polri menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan proses seleksi yang kredibel, transparan, dan akuntabel, sekaligus memastikan informasi dapat diakses secara luas oleh masyarakat.(Thalib)

Berita Terkait

Sambut 100 Tahun Gontor, IKPM Sukabumi Gaungkan Peran Alumni sebagai Pembaharu dan Pelayan Umat
Respon Cepat Polisi, Dua Kasus Pencurian Motor di Kembangan Berhasil Diungkap
Oplosan LPG 3 Kg ke Nonsubsidi Terbongkar di Bogor, Polisi Amankan Pasutri
Terperosok dan Tak Kembali: Tragedi Ground Tank yang Merenggut Empat Pekerja
Dari Ruang M2C ke Publik: Kolaborasi PPATK–Polda Metro Jaya Menjawab Tantangan Era Informasi
Aksi Bejat Driver Online Terkuak dari Video Korban, Polisi Ringkus Pelaku di Depok
Langkah Baru di Laut Utara: Kapolres Kepulauan Seribu Rotasi Kasat Intelkam dan Polairud
PNBP Melejit 155 Persen, Imigrasi Ukir Lompatan Besar di Era Yuldi Yusman

Berita Terkait

Minggu, 5 April 2026 - 14:30 WIB

Sambut 100 Tahun Gontor, IKPM Sukabumi Gaungkan Peran Alumni sebagai Pembaharu dan Pelayan Umat

Sabtu, 4 April 2026 - 23:22 WIB

Respon Cepat Polisi, Dua Kasus Pencurian Motor di Kembangan Berhasil Diungkap

Sabtu, 4 April 2026 - 18:22 WIB

Oplosan LPG 3 Kg ke Nonsubsidi Terbongkar di Bogor, Polisi Amankan Pasutri

Jumat, 3 April 2026 - 23:29 WIB

Terperosok dan Tak Kembali: Tragedi Ground Tank yang Merenggut Empat Pekerja

Jumat, 3 April 2026 - 15:42 WIB

Dari Ruang M2C ke Publik: Kolaborasi PPATK–Polda Metro Jaya Menjawab Tantangan Era Informasi

Berita Terbaru