SUKABUMI, Genzanews.com — Pendekatan humanis kembali ditunjukkan jajaran Korlantas Polri melalui kegiatan “Polantas Menyapa” yang digelar di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Kamis (30/4/2026).
Dalam kegiatan ini, Kakorlantas Polri Agus Suryonugroho turun langsung berdialog dengan komunitas ojek online (ojol) sebagai bagian dari upaya memperkuat kolaborasi dalam meningkatkan keselamatan berlalu lintas.
Kegiatan yang berlangsung di Naraca Social Space tersebut dikemas dalam suasana santai namun sarat makna. Sejumlah perwakilan komunitas ojol hadir dan memanfaatkan forum ini untuk menyampaikan aspirasi sekaligus berdiskusi langsung dengan jajaran kepolisian.
Dalam arahannya, Agus menegaskan bahwa keselamatan berlalu lintas merupakan tanggung jawab bersama.
Ia menilai pengemudi ojol memiliki posisi strategis dalam mobilitas masyarakat sehari-hari, sekaligus berperan sebagai mitra Polri dalam menjaga keamanan dan ketertiban di jalan raya.
“Keselamatan lalu lintas adalah tanggung jawab bersama. Kolaborasi dengan komunitas ojol menjadi kunci untuk membangun kesadaran dan kepatuhan di jalan,” ujar Kakorlantas Polri Agus Suryonugroho.
Selain menyapa komunitas ojol, kehadiran Kakorlantas di Sukabumi juga berkaitan dengan koordinasi pengamanan peringatan Hari Buruh Internasional.
Ia memastikan kesiapan pengawalan dan distribusi buruh dari wilayah Jawa Barat menuju Jakarta telah dirancang secara matang, termasuk pengaturan pergerakan armada bus agar tetap aman dan lancar.
“Pengamanan dan pengawalan sudah disiapkan secara matang. Pergerakan bus menuju Jakarta akan diatur agar berjalan aman dan lancar,” kata Agus.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa pendekatan Polri saat ini tidak lagi semata mengedepankan penindakan, tetapi bertransformasi ke arah yang lebih humanis melalui komunikasi dan silaturahmi.
Menurutnya, komunitas ojol kini telah menjadi bagian penting dalam menjaga situasi kamtibmas serta keselamatan berlalu lintas.
“Polantas tidak lagi hanya mengedepankan tilang, tetapi pendekatan hati. Komunikasi dan kolaborasi menjadi kunci. Ojol sudah menjadi mitra strategis dalam menjaga kamtibmas dan keselamatan lalu lintas,” ungkapnya.
Dalam forum tersebut juga dipaparkan kebijakan “Polantas Menyapa Ojol”, yang menegaskan bahwa pengemudi ojol bukan sekadar objek penertiban, melainkan bagian dari solusi melalui pendekatan preventif dan humanis.
Peran asosiasi ojol pun didorong untuk memperkuat koordinasi dan pembinaan, sekaligus menjadi sumber informasi kondisi lalu lintas secara real-time di lapangan.
Kegiatan ini dihadiri sejumlah komunitas ojol di Sukabumi, di antaranya GOCIB (Gabungan Ojol Cibadak), SOGRABIS (Solidaritas Grab Sukabumi), Booster (Baraya Online Sukabumi Parungkuda), serta LadyGrab (Perkumpulan Grab Wanita).
Perwakilan komunitas SOGRABIS, Ujang Sendi, menyambut positif kegiatan tersebut. Ia menilai forum ini menjadi momentum penting dalam mempererat hubungan antara pengemudi ojol dan kepolisian.
“Dengan adanya kegiatan ini, ojol dan kepolisian semakin menyatu. Kami memang sudah lama berharap ada forum seperti ini dan akhirnya terealisasi. Kehadiran Kakorlantas juga memperkuat kolaborasi di lapangan,” ujarnya.
Ia juga mengapresiasi perubahan pendekatan Polantas yang dinilai lebih mengedepankan komunikasi dibanding penindakan.
“Tidak lagi mengedepankan tilang, tetapi pendekatan hati. Harapannya ke depan hubungan ini semakin kuat dan kolaborasi semakin efektif,” tambahnya.
Dialog yang berlangsung terbuka tersebut menjadi ruang interaksi dua arah antara aparat dan pengemudi ojol. Selain menyerap aspirasi, kegiatan ini juga memperkuat kemitraan dalam upaya menciptakan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas.
Sebagai bentuk kepedulian, Kakorlantas turut memberikan tali asih berupa paket sembako kepada para pengemudi ojol. Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari upaya meningkatkan kepercayaan publik terhadap Polri.
Melalui program “Polantas Menyapa”, Korlantas Polri berharap kesadaran dan kepatuhan berlalu lintas masyarakat semakin meningkat, sekaligus memperkuat sinergi antara kepolisian dan komunitas ojol dalam menciptakan keselamatan di jalan raya. (Thalib)













