Jakarta, Genzanews.com — Tonggak baru kepemimpinan di sektor keimigrasian resmi dimulai. Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto, melantik dan memimpin pengambilan sumpah dua pejabat Pimpinan Tinggi Madya di lingkungan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas), Rabu (1/4/2026), di Jakarta.
Salah satu sosok yang dilantik adalah Hendarsam Marantoko sebagai Direktur Jenderal Imigrasi. Penunjukan ini sekaligus mengakhiri masa kepemimpinan pelaksana tugas yang sebelumnya diemban oleh Yuldi Yusman sejak 23 April 2025.
Hendarsam bukan nama baru dalam dunia hukum. Ia dikenal sebagai advokat senior dengan pengalaman lebih dari dua dekade, yang telah menangani berbagai perkara strategis.
Latar belakang tersebut menjadi modal penting dalam memperkuat fungsi keimigrasian, khususnya dalam aspek penegakan hukum dan pelayanan publik.
Usai pelantikan, Hendarsam menegaskan komitmennya untuk membawa Direktorat Jenderal Imigrasi menjadi institusi yang semakin kokoh, responsif, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
“Bagi saya, amanah sebagai Direktur Jenderal Imigrasi adalah tanggung jawab sekaligus tantangan untuk menghadirkan layanan keimigrasian yang semakin dekat dengan masyarakat,” ujar Dirjen Imigrasi.
Ia menekankan bahwa transformasi kelembagaan akan menjadi fokus utama, dengan mendorong profesionalisme aparatur, peningkatan kualitas layanan, serta penguatan sistem pengawasan.
Dalam menghadapi dinamika global yang kian kompleks, Hendarsam juga menargetkan agar Ditjen Imigrasi mampu beradaptasi secara cepat tanpa meninggalkan prinsip akuntabilitas.
Ke depan, ia menegaskan pentingnya menghadirkan layanan keimigrasian yang cepat, transparan, dan akuntabel, sekaligus memperkuat penegakan hukum di bidang keimigrasian.
Langkah tersebut dinilai krusial untuk menjaga kedaulatan negara sekaligus meningkatkan kepercayaan publik terhadap institusi.
Pelantikan ini diharapkan menjadi momentum strategis bagi Kemenimipas untuk terus berbenah, memperkuat tata kelola, serta menjawab tantangan keimigrasian di era mobilitas global yang semakin dinamis.(Thalib)







