Jakarta, Genzanews.com – Di balik lancarnya arus mudik dan balik Lebaran 1447 Hijriah, ada satu elemen krusial yang kerap luput dari sorotan: keandalan listrik. Tahun ini, sinergi antara Polda Metro Jaya dan PLN UID Jakarta Raya menghadirkan suasana Idulfitri yang tak hanya aman, tetapi juga terang dan penuh kenyamanan bagi masyarakat ibu kota.
Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Pol Komarudin yang juga menjabat sebagai KaOpsda Ketupat Jaya 2026 menegaskan, indikator keberhasilan pengamanan Lebaran tidak semata diukur dari kelancaran lalu lintas. Lebih dari itu, kenyamanan warga dalam beribadah, bersilaturahmi, hingga menikmati waktu libur bersama keluarga menjadi tolok ukur utama.
Sejak malam takbiran hingga H+2 Lebaran, stabilitas pasokan listrik terbukti menjadi fondasi penting terciptanya suasana hangat di berbagai penjuru Jakarta. Masyarakat dapat menjalankan salat Id dengan khusyuk, berkumpul bersama keluarga tanpa gangguan, hingga beraktivitas di pusat-pusat keramaian dengan rasa aman.
Apresiasi pun disampaikan kepada PLN yang dinilai sigap menjaga sistem kelistrikan tetap prima. Sebanyak 2.148 personel disiagakan di berbagai titik vital, memastikan setiap potensi gangguan dapat diantisipasi secara cepat dan tepat.
“Kami mengapresiasi kesiapan PLN dalam menjaga keandalan pasokan listrik selama periode Ramadan dan Idulfitri. Dukungan ini sangat membantu kelancaran pengamanan, terutama di titik keramaian dan jalur mudik,” ujar Dirlantas, Selasa (24/3).
Tak hanya itu, transformasi menuju ekosistem kendaraan listrik juga mendapat dukungan nyata.
Sebanyak 673 unit Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) yang tersebar di wilayah Jabodetabek memberikan rasa aman bagi pemudik pengguna kendaraan listrik, memastikan perjalanan tetap lancar tanpa kekhawatiran kehabisan daya.
Di sisi lain, kesiapan teknis juga diperkuat dengan penempatan genset dan UPS di 519 masjid serta lokasi strategis lainnya. Langkah ini menjadi jaminan bahwa aktivitas ibadah dan kegiatan publik tetap berjalan tanpa hambatan, bahkan dalam kondisi darurat sekalipun.
Harmonisasi lintas sektor ini menjadi cerminan kuat bahwa pelayanan publik berjalan selaras demi kepentingan masyarakat luas. Kolaborasi antara aparat keamanan dan penyedia energi berhasil menghadirkan Lebaran yang bukan hanya kondusif, tetapi juga berkesan.
Dengan sistem kelistrikan yang tangguh dan pengamanan yang solid, sisa masa libur Idulfitri di ibu kota diharapkan tetap berlangsung penuh kebahagiaan—sebelum masyarakat kembali menapaki rutinitas dengan energi baru.(Thalib)







