Agus Andrianto Lantik Dirjen Imigrasi Baru, Tegaskan Jabatan Adalah Amanah,Bukan Kebanggaan.

Avatar photo

- Penulis

Rabu, 1 April 2026 - 21:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, Genzanews.com — Pergantian pucuk kepemimpinan di lingkungan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) bukan sekadar rotasi jabatan, tetapi menjadi penanda arah baru pelayanan publik yang lebih kuat dan bermakna. Rabu (1/4/2026),Menteri Imipas Agus Andrianto melantik dua pejabat tinggi madya sekaligus memimpin pengambilan sumpah jabatan di Jakarta.

Dua nama yang kini mengemban peran strategis adalah Hendarsam Marantoko sebagai Direktur Jenderal Imigrasi dan Iwan Santoso sebagai Staf Ahli Menteri Bidang Pelayanan Publik dan Reformasi Hukum.

Pelantikan ini juga dirangkaikan dengan serah terima jabatan dari Yuldi Yusman kepada Hendarsam, menutup masa pengabdian Yuldi sebagai pelaksana tugas Dirjen Imigrasi selama hampir satu tahun.

Dalam suasana khidmat, Agus menegaskan bahwa jabatan yang diemban bukan sekadar amanah administratif, melainkan tanggung jawab moral yang menuntut keteladanan. Ia mengingatkan bahwa setiap pejabat publik harus hadir sebagai figur profesional sekaligus penjaga etika kerja di tengah tuntutan pelayanan yang semakin kompleks.

Lebih jauh, Agus menekankan bahwa kewenangan Kemenimipas merupakan mandat langsung dari Prabowo Subianto. Dengan demikian, seluruh kebijakan dan langkah yang diambil harus selaras dengan tujuan nasional sebagaimana tertuang dalam UUD 1945 yakni menghadirkan kesejahteraan bagi seluruh rakyat.

“Setiap kewenangan yang kita miliki adalah amanah dari Presiden. Karena itu, kontribusi terbaik adalah keharusan, bukan pilihan,” tegasnya.

Agus juga mengingatkan bahwa setiap program kementerian dibiayai oleh uang rakyat. Karena itu, orientasi kerja tidak boleh bergeser dari kepentingan publik. Setiap rupiah yang dibelanjakan harus mampu menghadirkan dampak nyata bagi masyarakat.

Tak hanya menyoroti aspek birokrasi, Agus menyisipkan pesan reflektif yang memberi warna berbeda dalam pelantikan tersebut. Ia mengajak seluruh pejabat untuk melihat jabatan sebagai ruang pengabdian yang bermakna, bukan sekadar rutinitas.

“Setiap saat adalah baru. Dan yang kita jalani adalah sisa,” ujarnya, mengajak seluruh jajaran untuk mengisi waktu dengan karya dan manfaat bagi sesama.

Pesan itu menjadi penegas bahwa puncak karier bukanlah garis akhir. Justru, menurut Agus, di titik itulah makna pengabdian diuji—seberapa besar kontribusi yang bisa ditinggalkan bagi institusi, masyarakat, bangsa, dan negara.

Kepada Hendarsam Marantoko, ia menitipkan harapan agar Direktorat Jenderal Imigrasi semakin adaptif dan berdaya saing, dengan menjadikan 15 Program Aksi Kemenimipas sebagai pijakan utama dalam memperkuat layanan keimigrasian.

Sementara kepada Iwan Santoso, Agus menegaskan bahwa posisi staf ahli memegang peran krusial dalam merumuskan arah kebijakan. Ia diharapkan mampu menjadi “radar dan kompas” dalam membaca dinamika serta memberikan pertimbangan strategis bagi kementerian.

Menutup arahannya, Agus menekankan pentingnya soliditas dan kolaborasi di tengah perubahan global yang cepat. Ia mengingatkan bahwa pendekatan lama tidak lagi cukup—dibutuhkan sinergi, komunikasi, dan kerja sama lintas fungsi yang kuat.

Dalam momen yang sama, apresiasi disampaikan kepada Yuldi Yusman atas dedikasi dan capaian selama memimpin sebagai Plt Dirjen Imigrasi. Agus berharap fondasi yang telah dibangun dapat terus diperkuat oleh kepemimpinan baru.

Mengakhiri sambutannya, Agus menggunakan analogi yang kuat: Kemenimipas sebagai “pohon besar” yang harus dijaga bersama.

Sebuah simbol bahwa institusi ini bukan milik individu, melainkan rumah bersama yang harus tetap kokoh hingga generasi berikutnya.
Pelantikan ini pun menjadi lebih dari sekadar seremoni, ia adalah pengingat bahwa jabatan hanya berarti ketika diiringi dengan jejak manfaat yang nyata.(Thalib)

Berita Terkait

Sambut 100 Tahun Gontor, IKPM Sukabumi Gaungkan Peran Alumni sebagai Pembaharu dan Pelayan Umat
PNBP Melejit 155 Persen, Imigrasi Ukir Lompatan Besar di Era Yuldi Yusman
Bareskrim Bekuk Otak Judol, Aliran Dana Haram hingga Barang Mewah Disita
Bareskrim Kunci Otak Kasus PT DSI, Skema Pendanaan Fiktif Terbongkar
Era Baru Keimigrasian Dimulai, Hendarsam Usung Transformasi Layanan Publik
Langkah Buronan Terhenti di Bali, Imigrasi Ngurah Rai Tegaskan Nol Toleransi Kejahatan Global
Silaturahmi Bernilai Ganda: Kemenimipas Perkuat Soliditas Sekaligus Dorong UMKM
Jawab Dinamika Zaman, Polri Hadirkan Laboratorium Sosial Sains di Lingkungan Akpol

Berita Terkait

Minggu, 5 April 2026 - 14:30 WIB

Sambut 100 Tahun Gontor, IKPM Sukabumi Gaungkan Peran Alumni sebagai Pembaharu dan Pelayan Umat

Kamis, 2 April 2026 - 16:37 WIB

PNBP Melejit 155 Persen, Imigrasi Ukir Lompatan Besar di Era Yuldi Yusman

Kamis, 2 April 2026 - 14:19 WIB

Bareskrim Bekuk Otak Judol, Aliran Dana Haram hingga Barang Mewah Disita

Kamis, 2 April 2026 - 14:05 WIB

Bareskrim Kunci Otak Kasus PT DSI, Skema Pendanaan Fiktif Terbongkar

Rabu, 1 April 2026 - 22:59 WIB

Era Baru Keimigrasian Dimulai, Hendarsam Usung Transformasi Layanan Publik

Berita Terbaru