Jakarta, Genzanews.com — Momentum Idulfitri 1447 Hijriah dimaknai Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan sebagai ruang memperkuat kebersamaan sekaligus mendorong kepedulian terhadap ekonomi masyarakat.
Melalui kegiatan silaturahmi dan halalbihalal yang digelar di Aula Yusuf Adiwinata, Gedung Kemenimipas, Senin (30/3/2026).
seluruh jajaran kementerian diajak kembali menyatukan semangat pengabdian pascalibur Lebaran.
Mengusung tema “Silaturahmi Menguatkan Kebersamaan”, kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang temu kangen antarpegawai, tetapi juga menghadirkan nilai tambah melalui partisipasi aktif dalam mendukung pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Beragam hidangan khas Nusantara yang dibawa pegawai dari daerah masing-masing menjadi simbol nyata keberagaman sekaligus bentuk promosi produk lokal.
Agus Andrianto menegaskan, halalbihalal bukan sekadar tradisi tahunan, melainkan sarana membangun kepedulian sosial dan ekonomi.
Menurutnya, keberagaman kuliner yang dihadirkan mencerminkan kekayaan budaya Indonesia sekaligus membuka ruang untuk saling mengenal potensi daerah.
“Ini adalah bentuk kepedulian untuk saling berbagi informasi mengenai produk dari daerah masing-masing,” ujarnya.
Senada, Asep Kurnia menilai kehadiran produk UMKM dalam kegiatan tersebut menjadi kontribusi nyata terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.
Ia menekankan bahwa kebersamaan yang terbangun tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga memperkuat rasa memiliki dan persatuan.
“Kehadiran ragam cita rasa ini bukan sekadar sajian, melainkan simbol keberagaman yang menyatu dalam semangat persatuan,” kata Asep.
Kegiatan halalbihalal ini diikuti oleh seluruh keluarga besar Kemenimipas dari berbagai daerah di Indonesia, dari Sabang hingga Merauke, baik secara langsung maupun virtual, termasuk perwakilan Atase Imigrasi di luar negeri.
Melalui momentum ini, Kemenimipas meneguhkan kembali komitmen untuk menghadirkan pelayanan publik yang berdampak nyata.
Semangat kebersamaan yang terbangun diharapkan menjadi energi baru dalam memberikan pengabdian terbaik kepada masyarakat, sekaligus memperkuat peran kementerian dalam mendukung pertumbuhan ekonomi berbasis kerakyatan.(Thalib)







