SUKABUMI – Gelombang arus balik wisata Lebaran dari kawasan selatan mulai menekan jalur utama menuju ibu kota. Mengantisipasi kepadatan yang kian mengular, Satuan Lalu Lintas Polres Sukabumi menerapkan rekayasa lalu lintas sistem satu arah (one way) di ruas strategis Cibadak menuju Gerbang Tol Parungkuda, Senin (23/03/2026).
Langkah cepat ini diambil saat antrean kendaraan wisatawan yang hendak kembali ke Jakarta mulai memadati jalur arteri nasional. Dalam skema yang berlangsung kurang lebih selama 60 menit, mulai pukul 15.00 hingga 16.15 WIB, petugas melakukan “pengurasan” arus kendaraan dari arah Sukabumi ke akses tol, guna memecah titik kemacetan yang sempat menumpuk.
Kanit Turjawali Satlantas Polres Sukabumi, IPTU M. Yanuar Fajar, menyebut penerapan one way terbukti efektif dalam satu kali pelaksanaan.
“Penarikan arus dari Cibadak menuju Gerbang Tol Parungkuda berjalan optimal. Dalam satu sesi, kepadatan berhasil terurai signifikan,” ujarnya.
Selama rekayasa berlangsung, aparat melakukan penyekatan total terhadap kendaraan dari arah berlawanan.
Arus dari jalur arteri nasional Parungkuda maupun kendaraan yang keluar dari tol menuju Sukabumi untuk sementara dihentikan, demi memberi prioritas penuh pada arus balik.
Kebijakan ini memang sempat menahan laju kendaraan dari arah sebaliknya. Namun, kepolisian memastikan langkah tersebut bersifat situasional dan menjadi opsi paling efektif untuk mencegah kemacetan yang lebih parah.
Permohonan maaf pun disampaikan kepada pengguna jalan atas ketidaknyamanan yang terjadi selama proses rekayasa.
Lonjakan kendaraan didominasi wisatawan yang sebelumnya menghabiskan libur Lebaran di sejumlah destinasi unggulan, seperti Palabuhanratu, Ujung Genteng, kawasan Ciracap, hingga pusat kuliner di Kota Sukabumi.
Meski arus lalu lintas berangsur normal pasca rekayasa, data pasti jumlah kendaraan yang melintas belum dirilis.
Kepolisian masih menunggu rekapitulasi resmi dari pengelola tol.Ke depan, skema one way masih berpotensi diberlakukan kembali. Polisi menegaskan akan terus memantau dinamika di lapangan, terutama saat puncak pergerakan wisatawan dari wilayah pesisir mulai terjadi pada sore hingga malam hari.
“Jika pergerakan kendaraan meningkat secara bersamaan, kami tidak ragu menerapkan rekayasa lanjutan demi menjaga kelancaran arus balik,” tutup Yanuar.(Thalib)







