GENZANEWS.COM – Bekasi – Ajang “Bekasi Berpuisi 2 Vaganza” sukses digelar di Gedung Balai Patriot, Kota Bekasi, menghadirkan suasana penuh semangat dan kreativitas dari para pelajar dan mahasiswa se-Jabodetabek. Kegiatan yang diinisiasi oleh Sanggar Perkasa ini mendapat apresiasi langsung dari Wakil Wali Kota Bekasi, Abdul Harris Bobihoe, yang hadir menyampaikan dukungannya terhadap pengembangan budaya literasi dan seni di kalangan generasi muda.
“Ajang lomba membaca puisi ini tidak hanya menjadi wadah kompetisi berkesenian, tetapi juga sarana untuk menumbuhkan minat baca dan mengembangkan kreativitas generasi muda,” ujar Abdul Harris Bobihoe dalam sambutannya.
Menumbuhkan Cinta Literasi Sejak Dini
Lebih lanjut, Wakil Wali Kota Bekasi menegaskan pentingnya kegiatan literasi seperti ini sebagai bagian dari upaya menanamkan kecintaan terhadap dunia membaca sejak usia dini.
“Melalui kegiatan seperti ini, kita berupaya menanamkan kecintaan terhadap dunia literasi sejak dini. Minat membaca adalah fondasi penting untuk menciptakan generasi yang kritis, kreatif, dan berkarakter,” ungkapnya.
Ia juga menambahkan bahwa program seperti Bekasi Berpuisi diharapkan dapat berkelanjutan dan menjangkau lebih banyak kalangan.
“Generasi muda dapat mengembangkan budaya literasi. Kegiatan seperti ini harus terus didorong agar tidak hanya diikuti oleh pelajar, tetapi juga masyarakat luas,” tutur Abdul Harris.
Sanggar Perkasa: Menghidupkan Kembali Semangat Sastra di Bekasi
Acara Bekasi Berpuisi 2 Vaganza diselenggarakan oleh Sanggar Perkasa, sebuah komunitas seni dan teater yang fokus pada pengembangan karakter anak dan remaja melalui seni peran dan literasi.
Sanggar ini didirikan oleh Tantri Pertiwi Siregar dan dipelopori bersama Tahta Perlawanan Siregar, dua dari tiga bersaudara penerus darah seni dari Mansur Samin — sastrawan dan penyair angkatan 66 yang juga sahabat karib Taufiq Ismail, pencipta puisi legendaris seperti “Ode Pemakaman”, “Perlawanan”, dan “Pidato Seorang Demonstran.”
Dalam sambutannya, Tahta Perlawanan Siregar menuturkan bahwa kegiatan ini bukan sekadar lomba puisi, melainkan gerakan membangun kesadaran literasi.
“Kami ingin membentuk masyarakat menjadi pembelajar sepanjang hayat. Membaca adalah kunci untuk membuka cakrawala pengetahuan dan wawasan global,” ungkapnya.
Lomba Puisi untuk Semua Kalangan
Acara ini diikuti oleh ratusan peserta dari tingkat SD, SMP, SMA hingga mahasiswa se-Jabodetabek. Mereka tampil membawakan puisi-puisi karya sendiri maupun karya penyair nasional dengan penuh ekspresi dan penghayatan.
Tujuan utama dari ajang ini bukan semata mencari pemenang, tetapi mencetak agen perubahan yang dapat menularkan semangat membaca dan mencintai literasi kepada lingkungan sekitar.
“Lomba membaca puisi seperti ini diharapkan tidak hanya menghasilkan juara dalam seni membaca, tetapi juga mampu menumbuhkan karakter kuat dan semangat literasi bagi generasi muda Kota Bekasi,” tambah Tahta.
Menjadikan Bekasi Kota Literasi dan Seni
Melalui kolaborasi antara Pemerintah Kota Bekasi dan komunitas seni seperti Sanggar Perkasa, diharapkan semangat literasi dan kesenian terus tumbuh di kalangan anak muda.
“Momentum ini harus kita jaga bersama. Bekasi Berpuisi menjadi bukti bahwa literasi bisa dikemas dengan cara yang menarik, menyenangkan, dan menginspirasi,” tutup Wakil Wali Kota Abdul Harris Bobihoe.
Acara Bekasi Berpuisi 2 Vaganza pun menegaskan bahwa Bekasi tidak hanya kota industri dan pendidikan, tetapi juga kota yang kaya akan talenta seni, budaya, dan literasi — tempat di mana kata-kata hidup, dan generasi muda belajar mencintai makna.
Penulis : Maykel
Editor : Maykel







