GENZANEWS.COM – Jakarta – Ketua Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun, menyoroti tantangan besar yang dihadapi generasi muda, khususnya Generasi Z (Gen Z), di tengah dinamika ekonomi global yang kian kompleks akibat kebijakan tarif baru yang diberlakukan oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump.
Dalam kebijakan terbarunya, Presiden Trump menerapkan tarif universal dan tarif resiprokal (timbal balik) terhadap sejumlah negara, termasuk Indonesia, dengan besaran mencapai 32 persen untuk seluruh produk ekspor Tanah Air.
Misbakhun yang juga Ketua DPP Partai Golkar dan Sekjen DEPINAS SOKSI itu menilai, kondisi tersebut menuntut generasi muda Indonesia untuk lebih tangguh, kreatif, dan mampu menyesuaikan diri dengan perubahan ekonomi global yang tidak menentu.
Harus yakin dengan kepercayaan diri sebagai bangsa, kita menghadapi situasi yang memang penuh ketidakpastian. Generasi muda, anak-anak Gen Z sekarang harus bisa menyesuaikan diri dengan situasi itu,” ujar Misbakhun dalam wawancara dengan salah satu media daring, dikutip Senin (14/4/2025).
Lebih lanjut, Misbakhun menilai cara berpikir dan pendekatan politik ekonomi Presiden Trump sulit dipahami oleh generasi muda, terutama karena perbedaan konteks usia, pengalaman, dan pandangan terhadap geopolitik global.
Tentu mereka melihat pemimpin seperti Trump yang berusia hampir 80 tahun memimpin negara besar dengan frekuensi pikiran yang mungkin tidak nyambung dengan anak-anak sekarang. Saat kita bicara analisis geopolitik, geoekonomi, dan geostrategis, itu di luar jangkauan pola pikir sebagian besar Gen Z,” jelasnya.
Misbakhun juga menyinggung pentingnya peningkatan literasi ekonomi dan geopolitik di kalangan Gen Z. Menurutnya, meski generasi muda sangat mahir menggunakan teknologi dan aplikasi digital, pemahaman mereka terhadap fundamental ekonomi masih perlu diperkuat.
Sekarang ini banyak orang berbicara soal fundamental ekonomi, sentimen pasar, hingga persepsi publik. Hal-hal seperti ini sering kali di luar pikiran Gen Z yang fasih dengan gadget, tapi belum tentu memahami literasi ekonomi yang kompleks,” katanya.
Ia menegaskan, ke depan, tantangan global seperti fluktuasi ekonomi, perubahan kebijakan perdagangan internasional, dan dinamika politik dunia akan menuntut Gen Z untuk lebih adaptif dan berpikir strategis.
Kalau mereka ingin menjadi bagian dari masa depan ekonomi bangsa, Gen Z harus mampu memahami konteks besar dunia, bukan hanya tren digital. Literasi ekonomi dan wawasan global adalah kunci,” tutup Misbakhun.
Pelajaran dari pernyataan Misbakhun ini menegaskan pentingnya membekali generasi muda Indonesia dengan kemampuan analisis dan literasi ekonomi global agar mampu bersaing di tengah arus perubahan dunia yang semakin cepat dan tak terduga.
Penulis : Maykel
Editor : Maykel







