Genzanews.com — Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Republik Indonesia untuk Italia yang juga merangkap Malta, Siprus, dan San Marino, Junimart Girsang, menekankan pentingnya kerja sama internasional untuk melindungi kesehatan tanaman demi memperkuat ketahanan pangan global.
Hal itu disampaikan Junimart saat menjadi pembicara utama dalam pertemuan Sesi ke-20 Commission on Phytosanitary Measures (CPM) yang diselenggarakan oleh International Plant Protection Convention di Roma, Italia.
Dalam forum tersebut, negara-negara anggota membahas upaya global mencegah penyebaran hama dan penyakit tanaman yang berpotensi mengancam produksi pangan dunia.
Junimart menyampaikan apresiasi atas kesempatan Indonesia berpartisipasi dalam forum tersebut serta menegaskan pentingnya penguatan kerja sama antarnegara.
Ia juga menyoroti komitmen Indonesia dalam sistem karantina tumbuhan yang telah berkembang sejak sebelum kemerdekaan.
Pemerintah, kata dia, memperkuat sistem tersebut melalui pembentukan Indonesian Quarantine Authority pada 2023 yang menjalankan mandat Undang-Undang Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan.
Menurut Junimart, kolaborasi global menjadi kunci menghadapi ancaman hama lintas negara, perubahan iklim, serta meningkatnya risiko penyebaran spesies invasif.
Ia menekankan pentingnya pertukaran informasi, penerapan pengelolaan hama terpadu, serta pemanfaatan teknologi untuk memperkuat sistem peringatan dini.
Indonesia sendiri telah menjadi anggota International Plant Protection Convention sejak 1997 dan terus berpartisipasi aktif dalam penyusunan standar perlindungan tanaman serta berbagai program kerja sama internasional.
Junimart berharap pertemuan CPM ke-20 dapat memperkuat kolaborasi global dalam menjaga kesehatan tanaman, melindungi keanekaragaman hayati, dan mendukung ketahanan pangan dunia. (Thalib)







