GENZANEWS.COM – Cape Town – Indonesia memperkuat hubungan sejarah dan kebudayaan dengan Afrika Selatan melalui rencana pembangunan Rumah Budaya Indonesia Syaikh Yusuf di kawasan Macassar, Cape Town. Inisiatif ini menjadi bagian dari upaya diplomasi budaya yang dilakukan Menteri Kebudayaan Fadli Zon saat menghadiri Culture Ministers Meeting G20 di Afrika Selatan.

Dalam kunjungannya, Menteri Fadli Zon berziarah ke Makam Syaikh Yusuf Al-Makassari, ulama besar asal Makassar yang dikenal sebagai pejuang anti-kolonial dan penyebar Islam di Afrika Selatan. Lahan seluas 2.000 meter persegi di sekitar kompleks makam akan menjadi lokasi pembangunan Rumah Budaya tersebut.

Perjuangan Syaikh Yusuf Al-Makassari yang bahkan diasingkan hingga ke Afrika Selatan mencerminkan keteguhan beliau dalam menjunjung nilai anti-kolonialisme dan kemanusiaan. Sosok beliau adalah simbol perjuangan lintas bangsa,” ujar Menteri Fadli Zon.
Syaikh Yusuf, lahir di Makassar pada 1626, merupakan keponakan Sultan Alauddin, Raja Gowa pertama yang memeluk Islam. Setelah Makassar jatuh ke tangan VOC, ia berlayar ke Banten pada 1664 dan menikah dengan putri Sultan Ageng Tirtayasa. Akibat pengaruhnya yang besar, Belanda kemudian mengasingkannya ke Ceylon (kini Sri Lanka), sebelum akhirnya dibuang ke Cape of Good Hope pada 1693.
Tiba di Afrika Selatan, ia ditempatkan di Zandvliet oleh Gubernur Simon van der Stel. Di sana, Syaikh Yusuf membuka tempat perlindungan bagi para budak pelarian dan membentuk komunitas Muslim pertama di Afrika Selatan. Ajaran Islam kemudian berkembang pesat dari wilayah ini hingga ke Cape Town, menjadikan Syaikh Yusuf dikenal sebagai Bapak Islam di Afrika Selatan. Ia wafat pada 23 Mei 1699 dalam usia 73 tahun.
Dalam kunjungan tersebut, Menteri Fadli Zon didampingi oleh Konsul Jenderal RI di Cape Town, Tudiono, serta tokoh masyarakat dan sejarawan lokal seperti Imam Adam dari Masjid Nurul Latief dan Ebrahim Rhoda, peneliti sejarah Islam di Cape Town.
Syaikh Yusuf Al-Makassari adalah jembatan peradaban antara Nusantara dan Afrika Selatan. Pembangunan Rumah Budaya Indonesia Syaikh Yusuf akan menjadi simbol persahabatan abadi kedua bangsa yang telah terjalin sejak berabad-abad lalu,” tambah Fadli Zon.
Rumah Budaya Indonesia Syaikh Yusuf nantinya akan berfungsi sebagai pusat kegiatan seni, budaya, dan dialog antarkomunitas. Fasilitas ini diharapkan dapat menanamkan nilai toleransi, spiritualitas, serta memperkuat jejaring diaspora Indonesia di Afrika Selatan. Selain itu, tempat tersebut juga akan menjadi ruang bagi riset sejarah dan pertukaran kebudayaan.
Melalui langkah ini, Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia menegaskan komitmennya dalam memperkuat diplomasi budaya dan mempererat hubungan antarbangsa dengan menghormati warisan sejarah yang menyatukan Indonesia dan Afrika Selatan.
Penulis : Maykel
Editor : Maykel







