GENZANEWS.COM – Jakarta – Dunia perfilman Indonesia kembali bergairah dengan hadirnya film bergenre horor-komedi berjudul Sate Gagak, garapan duet sutradara Etienne Caesar dan Dono Pradana. Diproduksi oleh Cahaya Pictures, film ini memadukan unsur mistis, humor gelap, dan realitas sosial yang dekat dengan kehidupan masyarakat urban.
Cerita berpusat pada Anto (diperankan oleh Ardit Erwandha), seorang pegawai warteg yang hidup sederhana dan tengah berjuang mengumpulkan mahar sebesar Rp150 juta untuk menikahi kekasihnya, Andini (Yoriko Angeline). Dalam keputusasaan, ia mengajak dua sahabatnya — Dimas (Yono Bakrie), konten kreator horor yang belum sukses, dan Indra (Benidictus Siregar), yang terlilit utang pinjol — untuk mencari jalan pintas menuju kekayaan.
Petualangan mereka bermula ketika menemukan buku mantra kuno milik kakek Indra yang berisi ritual aneh bernama “sate gagak” — sebuah persembahan yang konon bisa memanggil makhluk halus dengan imbalan uang. Awalnya hanya iseng di malam Jumat, ritual itu justru mendatangkan hasil luar biasa. Sosok-sosok gaib seperti genderuwo, pocong, dan kuntilanak datang silih berganti layaknya pelanggan tetap, meninggalkan uang sebagai “bayaran” setelah menikmati sate gagak buatan mereka.
Kehidupan ketiganya pun berubah drastis — utang lunas, hidup mewah, dan mimpi menikah semakin dekat. Namun, keberuntungan itu berubah menjadi bencana ketika para makhluk gaib mulai datang di luar waktu ritual, menagih sate tanpa henti. Dari sinilah kisah berbalik menjadi teror tanpa akhir, menggambarkan betapa keserakahan bisa mengundang malapetaka.
Selain menampilkan ketegangan dan misteri, Sate Gagak juga dibumbui oleh kehadiran para komedian ternama seperti Nunung, Arief Didu, dan Ence Bagus, yang menambah warna segar dalam setiap adegan menegangkan.
Sutradara Etienne Caesar menjelaskan bahwa film ini bukan sekadar tontonan horor, tetapi juga refleksi sosial tentang manusia modern yang terjebak antara kebutuhan, ambisi, dan moralitas.
Kami ingin mengangkat sisi gelap kehidupan sehari-hari — bahwa terkadang, manusia bisa kehilangan arah karena tekanan hidup, lalu mencari keajaiban instan tanpa menyadari akibatnya,” ujarnya dalam konferensi pers peluncuran film.
Dengan kombinasi cerita supranatural, komedi absurd, dan pesan moral yang kuat, Sate Gagak digadang-gadang menjadi salah satu film Indonesia paling menarik di penghujung tahun ini.
Film Sate Gagak dijadwalkan tayang serentak di seluruh bioskop Indonesia pada akhir tahun 2025, menghadirkan pengalaman sinematik yang menegangkan sekaligus menggelitik bagi para penonton.
Penulis : Maykel
Editor : Maykel







