Film “NIA” Gelar Gala Premiere Meriah di Jakarta, Angkat Kisah Nyata Pilu dari Tanah Minang

Avatar photo

- Penulis

Senin, 24 November 2025 - 19:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA – GENZANEWS.COM –  Industri film nasional kembali mempersembahkan karya yang sarat pesan kemanusiaan melalui film layar lebar “NIA”, sebuah drama yang diangkat dari kisah nyata tragedi memilukan yang terjadi di Kayu Tanam, Padang Pariaman, Sumatera Barat. Film ini disutradarai oleh Aditya Gumay dan diproduseri oleh Smaradana Pro bersama Ronny Mepet, dengan musik digarap oleh Adam S. Permana.

Gala Premiere film “NIA” digelar pada Minggu sore, 24 November 2025, dan berlangsung meriah. Acara dihadiri ribuan penonton, komunitas seni, keluarga besar Gebu Minang, hingga 13 warga negara Malaysia yang turut memberikan dukungan. Sebelumnya, gala premiere serupa telah digelar di Padang pada 14 dan 20 November, namun penayangan di Jakarta malam ini disebut sebagai “Brand Gala Premiere” dengan animo penonton mencapai lebih dari 2.000 tiket.

Karya Berbasis Kisah Nyata yang Menggugah Nurani

Film “NIA” mengisahkan perjuangan hidup Nia Kurnia Sari, gadis 18 tahun yang menjadi tulang punggung keluarga setelah kedua orang tuanya berpisah. Ia bekerja keras menghidupi ibu yang sakit, kakak, dan adik-adiknya.

Peran Nia dimainkan dengan penuh totalitas oleh Syakira Humaira, yang harus belajar logat Minang, menurunkan berat badan, hingga melakukan observasi mendalam untuk menggambarkan sosok Nia yang lembut namun kuat.

Tragedi bermula saat Nia menjadi korban kekerasan keji oleh seorang pemuda pengangguran bernama Andri, diperankan Qya Ditra—satu-satunya pemeran antagonis dalam film ini. Dalam perjalanan pulang berjualan, Nia diserang, diperkosa, dan dibunuh dengan keji. Tiga hari kemudian, jasadnya ditemukan di tepi irigasi Kayu Tanam.

Kisah nyata ini sempat mengguncang masyarakat Sumatera Barat dan menyisakan luka mendalam. Para pemain pun mengaku sangat terhanyut saat mendalami perannya. Helsi Herlinda, pemeran ibu Nia yang bernama Elis, menyampaikan bahwa perannya sangat menantang karena harus menampilkan kesedihan mendalam seorang ibu yang kehilangan putrinya akibat kekerasan brutal.

Diperkuat Aktor-Aktris Terbaik Indonesia

Selain Syakira dan Qya Ditra, film ini turut dibintangi oleh:

Helsi Herlinda

Neno Warisman (sebagai Makwo, penguat sisi emosional film)

Eka Maharani

Aisyah Zahira

Machika Eva Luna

Adi Dande

Diza Refengga

Ida Leman

Zainal Chanigo

Film ini juga menampilkan penampilan khusus para tokoh nasional, seperti:

Fadli Zon, Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, dengan gelar adat Datuak Bijo di Rajo Nan Kuniang

Buya Mahyeldi Ansharullah, Gubernur Sumatera Barat

Prof. Dr. Dailani Firdaus, SH., LL.M.

Komjen Pol (Purn.) Boy Rafli Amar

Pesan Anti-Narkoba dan Seruan Perlindungan Perempuan

Dalam sesi diskusi gala premiere, para pembicara menegaskan bahwa film ini juga membawa pesan penting mengenai bahaya narkoba yang menjadi salah satu latar kehidupan pelaku kejahatan.

“Kalau sudah dekat dengan narkoba hanya ada tiga pilihan: rumah sakit jiwa, penjara, atau kuburan,” ujar salah satu pembicara. Pernyataan ini menggambarkan betapa narkoba menjadi pintu awal berbagai tindak kejahatan, termasuk tragedi yang menimpa Nia.

Film “NIA” tidak hanya menampilkan tragedi, tetapi juga menjadi seruan moral bagi perlindungan perempuan dan anak. Bahwa kekerasan bukan sekadar angka statistik, melainkan peristiwa yang menghancurkan masa depan seseorang dan keluarga.

Elemen Cinta, Harapan, dan Humanisme

Meski tragedi menjadi inti cerita, film ini juga menyelipkan sisi lembut kehidupan Nia melalui kisah cintanya dengan seorang pemuda yang tengah berjuang melawan penyakit jantung. Kisah ini menambah dimensi emosional yang menghangatkan, dan memberi pesan bahwa di balik kegelapan selalu ada harapan yang diperjuangkan.

Harapan Para Pembuat Film

Aditya Gumay dan Ronny Mepet menegaskan bahwa film ini digarap dengan riset mendalam agar tidak hanya akurat tetapi juga humanis.

“Ini bukan film fiktif. Ini peristiwa nyata yang mengajarkan betapa berharganya hidup seorang perempuan muda,” ujar Aditya.

Para tokoh adat, pemerintah daerah, dan keluarga besar almarhum turut memberikan restu sebelum produksi dilakukan. Dukungan Gubernur Sumbar, tokoh adat Pariaman, dan komunitas masyarakat menjadikan film ini sebagai karya budaya yang sangat berarti.

Tayang Serentak di Seluruh Indonesia

Film “NIA” siap tayang serentak di seluruh jaringan bioskop Indonesia mulai 4 Desember 2025.
Film ini diharapkan menjadi salah satu karya paling berpengaruh di akhir tahun, sekaligus menjadi pengingat bagi masyarakat tentang pentingnya rasa aman bagi setiap perempuan Indonesia.

“Ini bukan hanya film untuk ditonton, tetapi untuk dirasakan sebagai seruan kemanusiaan,” tutup salah satu produser.

Penulis : Maykel

Editor : Maykel

Berita Terkait

Alarm Ketahanan Energi Nasional Ditengah Fiskal Sempit
RI Jangan Cuma Nonton! Ini Kata Haidar Alwi Soal Emas
Penggerebekan di Sentul Bongkar Penipuan Daring, 13 WN Jepang Dideportasi
Kementerian Imipas Tegas: Pelanggaran Pengawalan Napi di Kendari Terancam Sanksi Berat
Respons Cepat Pelanggaran WNA, Satgas Dharma Dewata Mulai Beroperasi di Bali
Polri Siap Jadi Garda Terdepan Jaga Stabilitas dan Iklim Investasi Nasional
2.730 Personel Gabungan Amankan Laga Panas Persija Jakarta vs Persebaya Surabaya di Stadion Utama Gelora Bung Karno
Sidang Duta Palma: Kuasa Hukum Sebut Penyitaan Gedung Menara Palma Tak Berdasar Hukum

Berita Terkait

Jumat, 24 April 2026 - 16:35 WIB

Alarm Ketahanan Energi Nasional Ditengah Fiskal Sempit

Selasa, 21 April 2026 - 10:58 WIB

RI Jangan Cuma Nonton! Ini Kata Haidar Alwi Soal Emas

Kamis, 16 April 2026 - 14:05 WIB

Penggerebekan di Sentul Bongkar Penipuan Daring, 13 WN Jepang Dideportasi

Kamis, 16 April 2026 - 08:25 WIB

Kementerian Imipas Tegas: Pelanggaran Pengawalan Napi di Kendari Terancam Sanksi Berat

Rabu, 15 April 2026 - 18:14 WIB

Respons Cepat Pelanggaran WNA, Satgas Dharma Dewata Mulai Beroperasi di Bali

Berita Terbaru

Ekbis

Alarm Ketahanan Energi Nasional Ditengah Fiskal Sempit

Jumat, 24 Apr 2026 - 16:35 WIB

Aktifitas Warga Binaan Lapas Kelas 1 Cipinang sedang membuat produk Batik Gambar Produk UMKM. (Foto - Thalib)

Kemen Imipas

Dari Penjara ke Ruang Karya: Wajah Baru Pembinaan di Lapas Cipinang

Jumat, 24 Apr 2026 - 10:34 WIB