Menko Airlangga Hartarto Tegaskan Komitmen Indonesia pada Pertemuan Khusus AECC di Kuala Lumpur

Avatar photo

- Penulis

Minggu, 26 Oktober 2025 - 00:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

GENZANEWS.COM – Kuala Lumpur – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, selaku ASEAN Economic Community Council (AECC) Minister, memimpin delegasi Indonesia dalam pertemuan the 2nd Special ASEAN Economic Community Council (AECC) Meeting on ASEAN Digital Economy Framework Agreement (DEFA) yang digelar di Kuala Lumpur, Malaysia.

Dalam forum tersebut, Airlangga menyampaikan capaian penting ASEAN atas kesepakatan substansial hasil perundingan DEFA putaran ke-14 yang telah diselenggarakan pada 7–10 Oktober 2025 di Jakarta. Capaian ini menjadi salah satu Priority Economic Deliverables (PEDs) ASEAN tahun 2025, menandai langkah signifikan dalam memperkuat kerja sama ekonomi digital di kawasan di tengah percepatan transformasi global menuju ekonomi berbasis teknologi.


Tonggak Penting Transformasi Digital ASEAN

Sejak diluncurkan pada 3 September 2023, perundingan ASEAN DEFA telah melewati 14 putaran pembahasan intensif, yang difasilitasi oleh Thailand sebagai Ketua Komite Perunding (Negotiating Committee). Indonesia menjadi salah satu negara dengan kontribusi aktif dalam proses penyusunan perjanjian ini.

DEFA merupakan inisiatif utama di bawah Bandar Seri Begawan Roadmap (BSBR) yang diadopsi pada tahun 2021 sebagai peta jalan transformasi digital ASEAN. Kesepakatan substansial ini menjadi tonggak penting integrasi ekonomi digital kawasan, memperkuat komitmen bersama untuk mewujudkan ekosistem digital yang inklusif, aman, dan berkelanjutan.

Sebagai perjanjian regional pertama yang komprehensif di bidang ekonomi digital, DEFA diharapkan menjadi landasan terbentuknya ekosistem digital modern dan terintegrasi di ASEAN, memperkuat kolaborasi di bidang keamanan siber, perlindungan data pribadi, serta pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) agar mampu menembus pasar regional maupun global.


Cakupan Strategis dan Manfaat DEFA

Perjanjian ASEAN DEFA memuat sembilan pilar utama yang mencerminkan arah kebijakan maju ASEAN terhadap ekonomi digital, meliputi:

  1. Arus data lintas batas (Cross-Border Data Flows);
  2. Pembayaran elektronik (Electronic Payments);
  3. Perlindungan data pribadi (Personal Data Protection);
  4. Identitas digital (Digital Identities);
  5. Mobilitas talenta digital (Talent Mobility Cooperation);
  6. Kolaborasi teknologi baru seperti Kecerdasan Artifisial (AI);
  7. Kebijakan persaingan usaha (Competition Policy);
  8. Keamanan daring dan siber (Online Safety & Cybersecurity); dan
  9. Perlindungan kode sumber (Source Code Protection).

Melalui kerja sama ini, ASEAN bertekad memperdalam integrasi digital lintas negara, memperkuat daya saing ekonomi kawasan, dan memastikan bahwa manfaat transformasi digital dapat dirasakan secara merata oleh masyarakat ASEAN.


Manfaat Strategis DEFA bagi Indonesia dan Kawasan

Perjanjian DEFA diproyeksikan akan memberikan kontribusi hingga USD 366 miliar terhadap PDB ASEAN pada tahun 2030, setara dengan sekitar 40% potensi total ekonomi digital kawasan.

Bagi Indonesia, DEFA sejalan dengan pelaksanaan Strategi Nasional Ekonomi Digital 2030, yang mencakup:

  • Penguatan infrastruktur digital (termasuk jaringan 5G dan pusat data nasional);
  • Pengembangan sumber daya manusia digital;
  • Transformasi UMKM berbasis digital; serta
  • Penguatan regulasi keamanan siber dan kedaulatan data nasional.

Dengan DEFA, Indonesia berpeluang memperluas akses pasar bagi pelaku UMKM, menarik investasi di sektor teknologi tinggi, dan mendorong ekosistem digital yang tangguh, inklusif, serta berdaya saing global.


Menuju “ASEAN 2045: Our Shared Future”

Pertemuan AECC di Kuala Lumpur juga menegaskan bahwa DEFA akan menjadi elemen kunci dalam mewujudkan visi jangka panjang “ASEAN 2045: Our Shared Future”, serta menjadi fondasi dalam penyusunan Rencana Strategis Komunitas Ekonomi ASEAN (AEC Strategic Plan) 2026–2030.

Negara-negara anggota ASEAN sepakat untuk menyelesaikan dan menandatangani DEFA secara penuh pada tahun 2026, sehingga manfaat konkret dari kerja sama digital ini dapat segera dirasakan oleh masyarakat, pelaku usaha, dan seluruh pemangku kepentingan di kawasan.

Capaian ini mencerminkan komitmen kuat ASEAN untuk terus tangguh, adaptif, dan inovatif dalam menghadapi tantangan global, sekaligus memperkuat posisi Asia Tenggara sebagai pusat pertumbuhan ekonomi digital dunia.

Penulis : Maykel

Editor : Maykel

Berita Terkait

Penggerebekan di Sentul Bongkar Penipuan Daring, 13 WN Jepang Dideportasi
Kementerian Imipas Tegas: Pelanggaran Pengawalan Napi di Kendari Terancam Sanksi Berat
Respons Cepat Pelanggaran WNA, Satgas Dharma Dewata Mulai Beroperasi di Bali
Polri Siap Jadi Garda Terdepan Jaga Stabilitas dan Iklim Investasi Nasional
Di Tengah Kenaikan Harga Emas, Transparansi Jadi Daya Tarik Baru Pelaku Usaha
Sidang Duta Palma: Kuasa Hukum Sebut Penyitaan Gedung Menara Palma Tak Berdasar Hukum
Ujian Awal Dirjen Imigrasi Hendarsam Marantoko: Kasus Pungli Batam Center Picu Bersih-Bersih Internal
Langkah Strategis Kemenimipas: Pelantikan Pejabat Dorong Reformasi dan Kinerja Berintegritas

Berita Terkait

Kamis, 16 April 2026 - 14:05 WIB

Penggerebekan di Sentul Bongkar Penipuan Daring, 13 WN Jepang Dideportasi

Rabu, 15 April 2026 - 18:14 WIB

Respons Cepat Pelanggaran WNA, Satgas Dharma Dewata Mulai Beroperasi di Bali

Selasa, 14 April 2026 - 17:51 WIB

Polri Siap Jadi Garda Terdepan Jaga Stabilitas dan Iklim Investasi Nasional

Sabtu, 11 April 2026 - 21:26 WIB

Di Tengah Kenaikan Harga Emas, Transparansi Jadi Daya Tarik Baru Pelaku Usaha

Jumat, 10 April 2026 - 18:31 WIB

Sidang Duta Palma: Kuasa Hukum Sebut Penyitaan Gedung Menara Palma Tak Berdasar Hukum

Berita Terbaru