Menko PMK: SDM Unggul dan Institusi Kuat Jadi Fondasi Indonesia Maju

Avatar photo

- Penulis

Jumat, 7 November 2025 - 12:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

GENZANEWS.COM – KEMENKO PMK — Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno menegaskan bahwa kunci utama menuju Indonesia Maju terletak pada kualitas sumber daya manusia (SDM) dan kekuatan institusi.

Hal tersebut disampaikannya saat memberikan kuliah umum kepada peserta Pendidikan Pemantapan Pimpinan Nasional (P3N) Angkatan XXVI Tahun 2025 di Auditorium Gadjah Mada, Lemhannas RI, Jakarta, Kamis (6/11/2025).

Dalam paparannya, Menko PMK menjelaskan bahwa negara maju pada umumnya memiliki keterkaitan erat antara Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dan Produk Domestik Bruto (PDB). Negara dengan IPM tinggi cenderung memiliki pertumbuhan ekonomi yang kuat karena kualitas manusianya menjadi penggerak utama pembangunan.

“Negara maju itu IPM-nya tinggi, PDB-nya juga tinggi. _Human capital_-nya tinggi. Artinya, kemajuan ekonomi selalu seiring dengan kualitas manusianya,” ujar Pratikno.

Ia kemudian menyoroti paradoks yang dialami banyak negara dengan sumber daya alam (SDA) melimpah, di mana kekayaan alam yang seharusnya menjadi anugerah justru berubah menjadi “kutukan sumber daya” atau _resource curse_ karena tidak dikelola dengan baik untuk memajukan perekonomian.

“Banyak negara kaya SDA justru tertinggal karena terjebak dalam _resource curse_. Keberlimpahan sumber daya bisa memanjakan kita, membuat kita tidak berinovasi. Padahal, negara seperti Singapura justru maju karena dituntut bekerja keras meningkatkan kualitas hidupnya,” jelasnya.

Pratikno mencontohkan fenomena “_Dutch Disease_” yang pernah dialami Belanda ketika sektor minyak dan gas membuat sektor lain melemah hingga perekonomian kolaps. Dari situ, ia menekankan pentingnya membangun sistem yang mampu mengubah keberlimpahan sumber daya menjadi anugerah, bukan musibah.

Ia menegaskan bahwa keberhasilan suatu bangsa tidak ditentukan oleh banyaknya sumber daya yang dimiliki, melainkan oleh kualitas manusia dan institusinya dalam mengelola sumber daya tersebut.

“Kuncinya ada pada dua hal: SDM yang hebat, dan institusi yang sehat. Agent-nya manusia unggul, ekosistemnya institusi yang kuat,” tegasnya.

Lebih lanjut, Menko PMK menjelaskan bahwa pembangunan manusia tidak cukup berhenti pada pengembangan talenta (_talent development_), tetapi juga perlu diperkuat dengan strategi mempertahankan (_talent retention_) dan menarik talenta global (_talent acquisition_).

“Kita bisa saja membangun SDM unggul, tapi kalau tidak dijaga, mereka bisa diambil negara lain. Maka, talent development harus dibarengi dengan talent retention dan talent acquisition,” ungkapnya.

Pratikno menambahkan bahwa SDM unggul dan tangguh harus memiliki empat pilar utama: sehat secara fisik dan mental, berkualitas, relevan dengan kebutuhan zaman, serta kontributif terhadap masyarakat.

Dalam konteks kesehatan, ia menyoroti isu stunting dan tuberkulosis (TBC) sebagai tantangan besar yang menjadi perhatian utama pemerintah. Penanganan isu tersebut, kata dia, memerlukan kerja lintas sektor yang solid dan terkoordinasi.

“Ini semua memerlukan sinergi antarkementerian dan lembaga. Koordinasi, pengendalian, dan pemantauan lintas sektor inilah yang menjadi tugas utama Kemenko PMK,” jelasnya.

Menko PMK juga menekankan bahwa institusi harus bertransformasi menjadi smart ministry dengan memanfaatkan teknologi digital dan kecerdasan buatan (_Artificial Intelligence_/AI) untuk meningkatkan efektivitas pelaksanaan fungsi Sinkronisasi, Koordinasi, dan Pengendalian (SKP).

“Kompleksitas persoalan lintas sektor harus disederhanakan. Di Kemenko PMK, kami mulai memanfaatkan AI untuk membantu monitoring dan koordinasi secara _real time_. Teknologi itu memang punya risiko, seperti halnya naik pesawat. Tapi tanpa teknologi, kita tidak akan kompetitif,” ujar Pratikno.

Ia menutup dengan penegasan bahwa pemanfaatan teknologi dan penguatan SDM adalah dua sisi yang saling melengkapi. Teknologi harus digunakan secara bijak dan cerdas, agar benar-benar menjadi alat bantu dalam membangun manusia Indonesia yang unggul dan tangguh.

*****
Biro Komunikasi dan Persidangan
Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan
roinfohumas@kemenkopmk.go.id
www.kemenkopmk.go.id
X: @kemenkopmk
IG : kemenko_pmk
Fb: kemenkopmkri

Penulis : Maykel

Editor : Maykel

Berita Terkait

Penggerebekan di Sentul Bongkar Penipuan Daring, 13 WN Jepang Dideportasi
Kementerian Imipas Tegas: Pelanggaran Pengawalan Napi di Kendari Terancam Sanksi Berat
Respons Cepat Pelanggaran WNA, Satgas Dharma Dewata Mulai Beroperasi di Bali
Polri Siap Jadi Garda Terdepan Jaga Stabilitas dan Iklim Investasi Nasional
Di Tengah Kenaikan Harga Emas, Transparansi Jadi Daya Tarik Baru Pelaku Usaha
Sidang Duta Palma: Kuasa Hukum Sebut Penyitaan Gedung Menara Palma Tak Berdasar Hukum
Ujian Awal Dirjen Imigrasi Hendarsam Marantoko: Kasus Pungli Batam Center Picu Bersih-Bersih Internal
Langkah Strategis Kemenimipas: Pelantikan Pejabat Dorong Reformasi dan Kinerja Berintegritas

Berita Terkait

Kamis, 16 April 2026 - 14:05 WIB

Penggerebekan di Sentul Bongkar Penipuan Daring, 13 WN Jepang Dideportasi

Rabu, 15 April 2026 - 18:14 WIB

Respons Cepat Pelanggaran WNA, Satgas Dharma Dewata Mulai Beroperasi di Bali

Selasa, 14 April 2026 - 17:51 WIB

Polri Siap Jadi Garda Terdepan Jaga Stabilitas dan Iklim Investasi Nasional

Sabtu, 11 April 2026 - 21:26 WIB

Di Tengah Kenaikan Harga Emas, Transparansi Jadi Daya Tarik Baru Pelaku Usaha

Jumat, 10 April 2026 - 18:31 WIB

Sidang Duta Palma: Kuasa Hukum Sebut Penyitaan Gedung Menara Palma Tak Berdasar Hukum

Berita Terbaru