GENZANEWS.COM – Jakarta – Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, menghadiri acara Anugerah Lembaga Sensor Film (LSF) 2025 yang digelar di Studio Indosiar, Jakarta pada Sabtu malam (8/11). Acara ini menjadi ajang penghargaan bagi para insan perfilman yang dinilai berkontribusi dalam menghadirkan karya berkualitas sekaligus memperkuat nilai-nilai kebudayaan dan moral bangsa.
Dalam sambutannya, Menteri Fadli Zon menegaskan pentingnya peran LSF sebagai bagian integral dari ekosistem perfilman nasional. Ia menilai sensor bukan sekadar penyaringan konten, tetapi juga sebuah upaya menjaga jati diri bangsa di tengah derasnya arus globalisasi dan ekspresi budaya modern.
Acara Anugerah LSF ini sangat penting, karena sensor adalah bagian dari upaya kita menjaga nilai-nilai dan tradisi bangsa, terutama nilai Pancasila yang menjadi dasar dari setiap ekspresi budaya,” ujar Fadli Zon.
Menurutnya, film memiliki kekuatan besar dalam membentuk karakter masyarakat. Oleh karena itu, penyensoran dan klasifikasi usia yang dilakukan oleh LSF — seperti batasan 13 tahun, 17 tahun, dan 21 tahun — memiliki peran vital agar film tidak hanya menjadi tontonan, tetapi juga tuntunan.
Kita ingin memastikan film, iklan, dan konten visual lain bebas dari unsur kekerasan, narkoba, dan perilaku yang melawan hukum. Film harus menjadi media pendidikan dan penguatan moral bangsa,” tambahnya.
Selain itu, Fadli Zon juga memaparkan berbagai langkah pemerintah dalam memperkuat industri perfilman nasional. Melalui Kementerian Kebudayaan, pemerintah aktif mendorong pengembangan SDM kreatif, pelatihan penulisan naskah (scriptwriting), restorasi film klasik, serta fasilitasi partisipasi sineas Indonesia di festival film internasional.
Kita juga mendukung kolaborasi internasional melalui matching fund produksi film lintas negara. Film itu lengkap: ada seni, sastra, bahasa, musik, tari, kuliner, dan mode di dalamnya. Jadi film bukan hanya hiburan, tapi sarana memajukan kebudayaan nasional di tengah peradaban dunia,” jelasnya.
Menteri Fadli juga memberikan apresiasi khusus kepada Indosiar yang secara konsisten menampilkan program-program bernuansa budaya, termasuk musik dangdut.
Saya mengapresiasi Indosiar yang punya kepedulian tinggi terhadap kemajuan kebudayaan, termasuk lewat musik dangdut — musik asli Indonesia yang kini mendunia. Variasinya banyak, dari dangdut klasik sampai koplo, dan semua itu menunjukkan kekayaan budaya kita,” ujarnya.
Acara Anugerah LSF 2025 di Indosiar malam ini turut dihadiri oleh para sineas, produser, serta pelaku industri film nasional. Ajang ini tidak hanya menjadi bentuk apresiasi terhadap karya, tetapi juga momentum refleksi bersama tentang pentingnya membangun ekosistem perfilman yang sehat, edukatif, dan berakar pada nilai-nilai kebudayaan Indonesia.
Penulis : Maykel
Editor : Maykel







