Blora,Genzanews.com – Warga Kelurahan Kedungjenar, Kecamatan Blora, digegerkan dengan penemuan seorang pria lanjut usia yang meninggal dunia di kamar kost di Jalan Reksodiputro Timur, Selasa (21/4/2026) pagi. Korban diketahui bernama Faisal Yakin (62), warga Kelurahan Mlangsen, Kecamatan Blora.
Penemuan jasad korban pertama kali dilaporkan sekitar pukul 09.15 WIB oleh seorang saksi bernama Sofiria Sahitaningrani. Saat itu, saksi datang untuk mengantar makanan sekaligus mengajak korban berobat ke rumah sakit.
Namun, setibanya di kamar kost, saksi mendapati korban sudah dalam kondisi tidak bergerak.
“Setelah melihat kondisi korban, saksi langsung memberitahu penghuni lain dan pemilik kost, kemudian dilaporkan ke Polsek Blora,” ujar Kapolsek Blora, AKP Nur Dwi Edie W., S.H., M.H.
Mendapat laporan tersebut, petugas Polsek Blora bersama tim medis dari Puskesmas Blora segera mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan pemeriksaan awal.
Dari hasil pemeriksaan luar, petugas tidak menemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Polisi memastikan, kematian korban murni disebabkan oleh kondisi kesehatan yang telah lama dideritanya.
“Korban diketahui sudah sakit selama kurang lebih empat bulan dan tidak bisa bangun dari tempat tidur. Ditemukan luka lecet di punggung akibat gesekan serta pembengkakan di kedua kaki yang diduga karena asam urat. Korban juga memiliki riwayat penyakit jantung,” jelas Kapolsek.
Saat ditemukan, korban dalam kondisi tidak berpakaian. Adapun ciri-ciri korban memiliki tinggi badan sekitar 170 cm, berat badan 55 kg, berambut beruban, dan berkulit sawo matang.
Berdasarkan keterangan para saksi serta hasil pemeriksaan medis, pihak kepolisian memastikan tidak ada unsur tindak pidana dalam peristiwa tersebut. Jenazah korban selanjutnya diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.
Penanganan di lokasi melibatkan Kapolsek Blora, Kanit Reskrim beserta anggota, KA SPKT dan piket jaga, Bhabinkamtibmas Kelurahan Kedungjenar, serta tim medis dari Puskesmas Blora.
Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya perhatian dan pengawasan terhadap anggota keluarga, khususnya yang tengah mengalami sakit berkepanjangan dan tinggal sendiri.(Fito)







