GENZA NEWS – Jakarta – Polemik antara Taqy Malik dan Salmafina Sunan kembali mencuri perhatian publik setelah mantan suami Salmafina itu mengunggah percakapan lama mereka di media sosial. Menanggapi hal tersebut, pengacara kondang Sunan Kalijaga dan istrinya Heidy Salmafina Khirunnisa, selaku orang tua dari Salmafina, akhirnya angkat bicara untuk memberikan klarifikasi dan menegaskan sikap mereka.
Dalam keterangannya kepada awak media, Sunan Kalijaga menyatakan bahwa unggahan Taqy Malik yang menampilkan percakapan pribadi tanpa izin merupakan tindakan yang tidak etis dan berpotensi melanggar hukum.
Saya sudah tanyakan langsung ke putri saya, apakah postingan itu dibuat dengan izin atau sepengetahuan Salma. Jawabannya tidak. Jadi, kalau ada yang mempublikasikan percakapan pribadi tanpa izin, itu bisa dikenakan sanksi berdasarkan undang-undang ITE,” tegas Sunan di Jakarta.
Lebih lanjut, Sunan menjelaskan bahwa percakapan yang dimaksud terjadi pada tahun 2018, saat situasi pasca-perceraian Salmafina dan Taqy masih dalam suasana panas. Dalam percakapan tersebut, justru Salmafina yang lebih dulu meminta maaf secara tulus kepada mantan suaminya dan keluarganya.
Anak saya waktu itu berjiwa besar, dengan itikad baik datang dan meminta maaf kepada orang tua Taqy Malik. Tapi setelah itu, tidak ada itikad baik atau silaturahmi dari pihak mereka sampai sekarang. Sudah delapan tahun berlalu, bahkan saat Lebaran pun tidak pernah ada upaya untuk meminta maaf atau berkunjung,” ungkap Sunan.
Dengan nada tegas, ia juga menyesalkan langkah Taqy Malik yang kembali mengaitkan nama putrinya di tengah masalah pribadi yang kini dihadapi sang mantan suami.
Sekarang dia punya urusan sendiri, entah dengan donasi, rumah, atau hal lainnya. Tapi jangan bawa-bawa lagi nama anak saya. Kami sudah tidak ada urusan dengan dia. Kalau dia merasa punya itikad baik, seharusnya minta maaf dulu. Kalau tidak, ya biar saja Tuhan yang membalas,” tambahnya.
Sementara itu, Heidy, Salmafina Khirunnisa juga menyampaikan isi hatinya sebagai seorang ibu yang masih merasa terluka dengan masa lalu putrinya.
Sebagai seorang ibu, saya sudah berusaha memaafkan. Tapi luka itu tetap ada. Saya hanya ingin mengajarkan kepada anak laki-laki saya bagaimana menghormati perempuan, apapun kesalahannya. Karena seorang laki-laki yang baik harus tahu bagaimana memperlakukan wanita dengan adab dan akhlak,” ujar Heidy penuh emosi.
Ia menegaskan bahwa keluarga kini telah menutup seluruh akses komunikasi dengan Taqy Malik, termasuk melalui media sosial.
Bagi kami, tidak perlu lagi ada hubungan apapun. Saya bahkan menganggap seolah-olah orang itu sudah tidak ada dalam kehidupan kami. Ini bentuk perlindungan terhadap anak saya dan ketenangan keluarga kami,” tegasnya.
Di akhir pernyataannya, Sunan Kalijaga berharap agar pihak Taqy Malik bisa lebih berhati-hati dan bijak menggunakan media sosial.
Kami tidak mau memperpanjang masalah, tapi kalau nama anak kami terus dibawa, tentu kami akan mengambil langkah hukum. Sudah cukup, delapan tahun berlalu. Mari kita saling menghormati dan berhenti membuka luka lama,” tutupnya.
Penulis : Maykel
Editor : Maykel







