GENZANEWS.COM – Bandung – Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia mendukung penuh kegiatan “Bakti Negeri untuk Pelaku Seni dan Budaya” yang digelar di Pelataran Gedung Sate, Kota Bandung, Jawa Barat, Jumat (7/11). Acara yang dihadiri lebih dari seribu pelaku seni dan budaya dari berbagai daerah di Jawa Barat ini menjadi bukti nyata sinergi lintas kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah dalam memperkuat perlindungan sosial, layanan kesehatan, serta kesejahteraan bagi masyarakat kebudayaan di Indonesia.

Kegiatan ini menjadi langkah konkret pemerintah dalam menghadirkan jaminan sosial ketenagakerjaan, layanan kesehatan, dan perlindungan bagi pelaku seni dan budaya. Tak hanya itu, kegiatan ini juga mengedukasi masyarakat akan pentingnya kesejahteraan melalui pendekatan yang interaktif dan partisipatif.

Dalam sambutannya, Menteri Kebudayaan Fadli Zon menegaskan bahwa pemajuan kebudayaan merupakan amanat konstitusi sebagaimana tertuang dalam Pasal 32 ayat (1) UUD 1945.
Negara memajukan kebudayaan nasional Indonesia di tengah peradaban dunia dengan menjamin masyarakat dalam memelihara dan mengembangkan nilai-nilai budayanya. Jadi, ini bukan sekadar tugas pemerintah pusat, tapi juga tanggung jawab bersama pemerintah daerah, dunia usaha, dan para pejuang kebudayaan di seluruh Indonesia,” ujar Fadli Zon.

Menteri Fadli juga menyoroti kekayaan budaya Indonesia yang luar biasa, mencakup 1.340 suku bangsa dan 718 bahasa daerah, atau sekitar 10% dari bahasa dunia. Hingga saat ini, Indonesia memiliki 2.213 Warisan Budaya Takbenda (WBTb) nasional, dengan 16 di antaranya telah diakui UNESCO, seperti Wayang, Keris, Batik, Angklung, serta yang terbaru Kolintang, Kebaya, dan Reog Ponorogo. Tahun ini, Kementerian Kebudayaan menargetkan penetapan tambahan 550 WBTb baru, termasuk 60 unsur budaya asal Jawa Barat.
Kekayaan budaya Indonesia tidak ada tandingannya di dunia. Karena itu, saya menyebutnya bukan lagi sekadar diversity, tapi megadiversity,” tegasnya.
Budaya Sebagai Penggerak Ekonomi Nasional
Menteri Fadli Zon juga menekankan pentingnya menjadikan kebudayaan sebagai sumber kekuatan ekonomi dan industri kreatif nasional. Menurutnya, banyak negara yang telah membuktikan bahwa budaya mampu menjadi soft power sekaligus engine of growth bagi perekonomian.
Kita harus menjadikan budaya nasional sebagai engine of growth dan driver of growth. Budaya adalah kekuatan yang dapat menggerakkan ekonomi bangsa,” kata Fadli Zon.
Kementerian Kebudayaan, lanjutnya, terus memperkuat berbagai program yang berpihak pada pelaku seni dan budaya, seperti Manajemen Talenta Nasional, Belajar Bersama Maestro, Gerakan Seniman Masuk Sekolah, serta Dana Indonesiana.
Program Dana Indonesiana tahun ini telah menyalurkan bantuan kepada lebih dari 2.800 komunitas seni budaya di seluruh Indonesia dengan total anggaran sekitar Rp465 miliar, dan Jawa Barat menjadi wilayah dengan jumlah penerima
terbanyak.Kami sangat mengapresiasi para seniman, budayawan, termasuk dari kalangan difabel, yang telah menunjukkan dedikasi luar biasa. Sinergi lintas kementerian dan lembaga harus terus diperkuat untuk mewujudkan kemajuan kebudayaan nasional Indonesia,” pungkas Menteri Fadli Zon.
Rangkaian Kegiatan dan Kehadiran Tokoh Nasional
Acara Bakti Negeri untuk Pelaku Seni dan Budaya diawali dengan senam bersama, dilanjutkan dengan berbagai kegiatan seperti edukasi perlindungan sosial dan ketenagakerjaan, helpdesk BPJS Ketenagakerjaan dan BPJS Kesehatan, pemeriksaan kesehatan gratis termasuk deteksi TBC, penyerahan santunan manfaat BPJS Ketenagakerjaan, bantuan sarana aktivitas bagi pelaku seni penyandang disabilitas, pameran pangan lokal, layanan administrasi kependudukan, serta panggung ekspresi budaya yang menampilkan karya seniman tradisional dan kontemporer.
Turut hadir dalam acara tersebut antara lain Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Pratikno; Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi; Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan, Pramudya Iriawan Buntoro; Direktur Utama BPJS Kesehatan, Ali Ghufron Mukti; dan Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan IX, Retno Raswaty.
Selain itu, hadir pula perwakilan dari berbagai kementerian dan lembaga, seperti Wakil Menteri Dalam Negeri III Komjen (Purn) Akhmad Wiyagus yang mewakili Menteri Dalam Negeri, serta Direktur Jenderal Kesehatan Primer dan Komunitas dr. Maria Endang Sumiwi, MPH yang mewakili Menteri Kesehatan.
Dengan semangat kolaborasi dan gotong royong, kegiatan ini diharapkan menjadi tonggak baru dalam memperkuat ekosistem kebudayaan nasional yang inklusif, produktif, dan berkelanjutan.
Penulis : Maykel
Editor : Maykel







