Menteri Kebudayaan Hadiri “Bakti Negeri untuk Pelaku Seni dan Budaya” di Bandung

Avatar photo

- Penulis

Sabtu, 8 November 2025 - 13:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

GENZANEWS.COM – Bandung –  Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia mendukung penuh kegiatan “Bakti Negeri untuk Pelaku Seni dan Budaya” yang digelar di Pelataran Gedung Sate, Kota Bandung, Jawa Barat, Jumat (7/11). Acara yang dihadiri lebih dari seribu pelaku seni dan budaya dari berbagai daerah di Jawa Barat ini menjadi bukti nyata sinergi lintas kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah dalam memperkuat perlindungan sosial, layanan kesehatan, serta kesejahteraan bagi masyarakat kebudayaan di Indonesia.

Kegiatan ini menjadi langkah konkret pemerintah dalam menghadirkan jaminan sosial ketenagakerjaan, layanan kesehatan, dan perlindungan bagi pelaku seni dan budaya. Tak hanya itu, kegiatan ini juga mengedukasi masyarakat akan pentingnya kesejahteraan melalui pendekatan yang interaktif dan partisipatif.

Dalam sambutannya, Menteri Kebudayaan Fadli Zon menegaskan bahwa pemajuan kebudayaan merupakan amanat konstitusi sebagaimana tertuang dalam Pasal 32 ayat (1) UUD 1945.

Negara memajukan kebudayaan nasional Indonesia di tengah peradaban dunia dengan menjamin masyarakat dalam memelihara dan mengembangkan nilai-nilai budayanya. Jadi, ini bukan sekadar tugas pemerintah pusat, tapi juga tanggung jawab bersama pemerintah daerah, dunia usaha, dan para pejuang kebudayaan di seluruh Indonesia,” ujar Fadli Zon.

Menteri Fadli juga menyoroti kekayaan budaya Indonesia yang luar biasa, mencakup 1.340 suku bangsa dan 718 bahasa daerah, atau sekitar 10% dari bahasa dunia. Hingga saat ini, Indonesia memiliki 2.213 Warisan Budaya Takbenda (WBTb) nasional, dengan 16 di antaranya telah diakui UNESCO, seperti Wayang, Keris, Batik, Angklung, serta yang terbaru Kolintang, Kebaya, dan Reog Ponorogo. Tahun ini, Kementerian Kebudayaan menargetkan penetapan tambahan 550 WBTb baru, termasuk 60 unsur budaya asal Jawa Barat.

Kekayaan budaya Indonesia tidak ada tandingannya di dunia. Karena itu, saya menyebutnya bukan lagi sekadar diversity, tapi megadiversity,” tegasnya.

Budaya Sebagai Penggerak Ekonomi Nasional

Menteri Fadli Zon juga menekankan pentingnya menjadikan kebudayaan sebagai sumber kekuatan ekonomi dan industri kreatif nasional. Menurutnya, banyak negara yang telah membuktikan bahwa budaya mampu menjadi soft power sekaligus engine of growth bagi perekonomian.

Kita harus menjadikan budaya nasional sebagai engine of growth dan driver of growth. Budaya adalah kekuatan yang dapat menggerakkan ekonomi bangsa,” kata Fadli Zon.

Kementerian Kebudayaan, lanjutnya, terus memperkuat berbagai program yang berpihak pada pelaku seni dan budaya, seperti Manajemen Talenta Nasional, Belajar Bersama Maestro, Gerakan Seniman Masuk Sekolah, serta Dana Indonesiana.
Program Dana Indonesiana tahun ini telah menyalurkan bantuan kepada lebih dari 2.800 komunitas seni budaya di seluruh Indonesia dengan total anggaran sekitar Rp465 miliar, dan Jawa Barat menjadi wilayah dengan jumlah penerima

terbanyak.Kami sangat mengapresiasi para seniman, budayawan, termasuk dari kalangan difabel, yang telah menunjukkan dedikasi luar biasa. Sinergi lintas kementerian dan lembaga harus terus diperkuat untuk mewujudkan kemajuan kebudayaan nasional Indonesia,” pungkas Menteri Fadli Zon.

Rangkaian Kegiatan dan Kehadiran Tokoh Nasional

Acara Bakti Negeri untuk Pelaku Seni dan Budaya diawali dengan senam bersama, dilanjutkan dengan berbagai kegiatan seperti edukasi perlindungan sosial dan ketenagakerjaan, helpdesk BPJS Ketenagakerjaan dan BPJS Kesehatan, pemeriksaan kesehatan gratis termasuk deteksi TBC, penyerahan santunan manfaat BPJS Ketenagakerjaan, bantuan sarana aktivitas bagi pelaku seni penyandang disabilitas, pameran pangan lokal, layanan administrasi kependudukan, serta panggung ekspresi budaya yang menampilkan karya seniman tradisional dan kontemporer.

Turut hadir dalam acara tersebut antara lain Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Pratikno; Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi; Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan, Pramudya Iriawan Buntoro; Direktur Utama BPJS Kesehatan, Ali Ghufron Mukti; dan Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan IX, Retno Raswaty.

Selain itu, hadir pula perwakilan dari berbagai kementerian dan lembaga, seperti Wakil Menteri Dalam Negeri III Komjen (Purn) Akhmad Wiyagus yang mewakili Menteri Dalam Negeri, serta Direktur Jenderal Kesehatan Primer dan Komunitas dr. Maria Endang Sumiwi, MPH yang mewakili Menteri Kesehatan.

Dengan semangat kolaborasi dan gotong royong, kegiatan ini diharapkan menjadi tonggak baru dalam memperkuat ekosistem kebudayaan nasional yang inklusif, produktif, dan berkelanjutan.

Penulis : Maykel

Editor : Maykel

Berita Terkait

Alarm Ketahanan Energi Nasional Ditengah Fiskal Sempit
RI Jangan Cuma Nonton! Ini Kata Haidar Alwi Soal Emas
Penggerebekan di Sentul Bongkar Penipuan Daring, 13 WN Jepang Dideportasi
Kementerian Imipas Tegas: Pelanggaran Pengawalan Napi di Kendari Terancam Sanksi Berat
Respons Cepat Pelanggaran WNA, Satgas Dharma Dewata Mulai Beroperasi di Bali
Polri Siap Jadi Garda Terdepan Jaga Stabilitas dan Iklim Investasi Nasional
Sidang Duta Palma: Kuasa Hukum Sebut Penyitaan Gedung Menara Palma Tak Berdasar Hukum
Ujian Awal Dirjen Imigrasi Hendarsam Marantoko: Kasus Pungli Batam Center Picu Bersih-Bersih Internal

Berita Terkait

Jumat, 24 April 2026 - 16:35 WIB

Alarm Ketahanan Energi Nasional Ditengah Fiskal Sempit

Selasa, 21 April 2026 - 10:58 WIB

RI Jangan Cuma Nonton! Ini Kata Haidar Alwi Soal Emas

Kamis, 16 April 2026 - 14:05 WIB

Penggerebekan di Sentul Bongkar Penipuan Daring, 13 WN Jepang Dideportasi

Kamis, 16 April 2026 - 08:25 WIB

Kementerian Imipas Tegas: Pelanggaran Pengawalan Napi di Kendari Terancam Sanksi Berat

Rabu, 15 April 2026 - 18:14 WIB

Respons Cepat Pelanggaran WNA, Satgas Dharma Dewata Mulai Beroperasi di Bali

Berita Terbaru

Ekbis

Alarm Ketahanan Energi Nasional Ditengah Fiskal Sempit

Jumat, 24 Apr 2026 - 16:35 WIB

Aktifitas Warga Binaan Lapas Kelas 1 Cipinang sedang membuat produk Batik Gambar Produk UMKM. (Foto - Thalib)

Kemen Imipas

Dari Penjara ke Ruang Karya: Wajah Baru Pembinaan di Lapas Cipinang

Jumat, 24 Apr 2026 - 10:34 WIB