GENZANEWS.COM – Jakarta – Kementerian Ekonomi Kreatif Republik Indonesia menyampaikan apresiasi tinggi terhadap karya film nasional yang mengangkat nilai-nilai budaya daerah, film terbaru bertema horor dengan judul “Danyang Wingit Jum’at Kliwon” yang tayang perdana (gala premiere) di Epicentrum XXI, Jakarta pada hari ini.
Acara pemutaran ini turut dihadiri oleh sejumlah pejabat Kemenekraf, antara lain Doni Setiawan (Direktur Film), Bulqi (Sekretaris Deputi Kreativitas Media), dan Hasbil Mustaqim Lubis (Tenaga Ahli Menteri Ekraf). Hadir pula Angelique Verina Ketua Umum & Ainal Mubaraq S,H Sekjend DPP DEKRAFMI (Dunia Ekonomi Kreatif Muda Indonesia) beserta Jajaran serta para pelaku industri perfilman dari berbagai daerah.
Dalam kesempatan tersebut, Doni Setiawan menyampaikan dukungan pemerintah terhadap industri film nasional, khususnya yang mengangkat nilai budaya lokal, merupakan bagian dari komitmennya Dekrafmi untuk menjadikan sektor ekonomi kreatif sebagai engine of growth bangsa.

Kami hadir untuk memberikan apresiasi dan dukungan penuh terhadap karya anak bangsa. Film ini bukan sekadar hiburan, tapi juga membawa nilai budaya Jawa yang luhur. Horor dalam film ini bukan hanya soal menakut-nakuti, tapi juga menyampaikan pesan dan warisan budaya kita,” ujar Doni.
Ia menambahkan, berdasarkan data Kemenekraf, film horor menjadi genre paling diminati masyarakat Indonesia, dengan kontribusi sekitar 42 persen dari total film nasional tahun lalu. “Ini menunjukkan potensi ekonomi yang besar sekaligus ruang untuk memperkenalkan kebudayaan lokal melalui medium populer,” imbuhnya.

Sementara itu, Agus Riyanto Khanza, selaku sutradara sekaligus eksekutif produser film Danyang Wingit Jumat Kliwon, mengungkapkan bahwa proses produksi film ini berlangsung selama hampir dua setengah tahun, dengan riset mendalam terhadap tradisi wayang kulit manusia yang berkembang di lereng Gunung Merbabu, Jawa Tengah.
> “Kami ingin menghidupkan kembali semangat nguri-uri kabudayan Jawa. Banyak anak muda sekarang belum pernah menonton wayang kulit. Melalui film ini, kami ingin menunjukkan bahwa di balik kesan mistis, wayang juga punya keindahan, nilai moral, dan filosofi mendalam,” tutur Agus.
Film ini diproduksi oleh Ketua DPD DEKRAFMI Daerah Istimewa Yogyakarta Agus Riyanto & yang menjadi salah satu artis Pemeran Film nya adalah Putri Maya.R dengan latar lokasi syuting di berbagai daerah seperti Yogyakarta, Magelang, dan Wonosobo. Kisahnya memadukan unsur horor dengan pesan moral tentang kepercayaan dan kehati-hatian dalam hubungan antarmanusia.
Pesan utama film ini adalah jangan mudah mempercayai siapa pun, bahkan orang terdekat. Selain itu, jangan pernah melupakan adat istiadat dan budaya bangsa sendiri,” tambah Agus.
Ketua Umum DEKRAFMI, Angelique Verina, turut menyampaikan kebanggaannya atas karya anak daerah yang mampu bersaing di industri perfilman nasional dan internasional.
Ini adalah bukti nyata bahwa potensi kreatif dari daerah bisa menjadi kekuatan ekonomi nasional. Kami berharap semakin banyak sineas dari daerah lain yang ikut berkontribusi,” ujarnya.
Rencananya, film Dayang Wingit dan Janjang Jumat Kliwon akan tayang serentak di bioskop seluruh Indonesia dan juga akan diputar di Malaysia, mengingat besarnya minat penonton di negara tersebut terhadap film bernuansa budaya Nusantara.
Acara gala premiere malam ini menjadi momentum kolaborasi antara pemerintah, komunitas film, dan pelaku ekonomi kreatif daerah untuk memperkuat posisi perfilman Indonesia sebagai sarana pelestarian budaya sekaligus pendorong pertumbuhan ekonomi nasional.
Penulis : Maykel
Editor : Maykel







