Cianjur, Genzanews.com – Arus balik Lebaran 2026 di kawasan Puncak kembali diwarnai kemacetan panjang. Untuk mengurai kepadatan yang kian parah, Polres Cianjur memberlakukan rekayasa lalu lintas berupa sistem satu arah (one way) di jalur Puncak Pass pada H+2 Lebaran, Minggu (22/3/2026).
Kebijakan ini diambil setelah lonjakan volume kendaraan dari kedua arah, terutama menuju Bogor, tidak lagi mampu ditangani dengan metode penyekatan. Antrean kendaraan pun dilaporkan mengular hingga beberapa kilometer, menyebabkan laju kendaraan tersendat di jalur utama yang menjadi penghubung Cianjur–Bogor tersebut.
Kasatlantas Polres Cianjur, AKP Aang Andi Suhandi, mengungkapkan bahwa peningkatan volume kendaraan mencapai sekitar 70 persen dibandingkan kondisi normal.
Kepadatan terjadi secara bersamaan dari arah Cianjur menuju Bogor maupun sebaliknya, sehingga membutuhkan langkah cepat dan terukur.
“Antrean panjang terlihat setelah Puncak Pass. Upaya penyekatan sebelumnya kurang efektif karena jumlah kendaraan yang melintas sangat tinggi, sehingga kami terapkan sistem satu arah untuk mencairkan kepadatan,” ujarnya.
Penerapan sistem satu arah dilakukan secara situasional dengan durasi sekitar satu jam, menyesuaikan kondisi di lapangan.
Setelah antrean kendaraan berhasil diurai, arus lalu lintas kembali dinormalkan. Kebijakan ini merupakan hasil koordinasi intensif antara Polres Cianjur dan Polres Bogor guna memastikan rekayasa lalu lintas berjalan efektif dan tidak menimbulkan penumpukan di titik lain.
Lonjakan arus kendaraan terpantau terjadi sejak Minggu pagi hingga siang hari. Bahkan, rekayasa one way sempat diberlakukan dari arah sebaliknya, yakni dari Bogor menuju Cianjur, sebagai respons atas kepadatan yang bersifat dinamis sepanjang hari.
Selain penerapan sistem satu arah, petugas juga melakukan pengalihan arus ke sejumlah jalur alternatif untuk mengurangi beban di jalur utama Puncak. Sejumlah titik rawan kemacetan seperti Hanjawar, Cibodas, dan Pasar Cipanas menjadi fokus penguraian arus oleh petugas di lapangan.
AKP Aang menegaskan bahwa pihaknya akan terus memantau perkembangan situasi lalu lintas dan tidak menutup kemungkinan untuk kembali memberlakukan sistem satu arah jika kepadatan meningkat.
“Rekayasa lalu lintas ini akan terus kami lakukan secara fleksibel, melihat kondisi di lapangan. Tujuannya agar arus balik Lebaran tetap berjalan lancar dan masyarakat dapat sampai ke tujuan dengan aman,” pungkasnya.(Thalib)







