Dari Penjara ke Ruang Karya: Wajah Baru Pembinaan di Lapas Cipinang

Avatar photo

- Penulis

Jumat, 24 April 2026 - 10:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aktifitas Warga Binaan Lapas Kelas 1 Cipinang sedang membuat produk Batik Gambar Produk UMKM. (Foto - Thalib)

Aktifitas Warga Binaan Lapas Kelas 1 Cipinang sedang membuat produk Batik Gambar Produk UMKM. (Foto - Thalib)

JAKARTA, Genzanews com — Transformasi pembinaan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Cipinang kian menunjukkan hasil nyata.

Dari kondisi overkapasitas yang sempat mencapai sekitar 4.000 penghuni, kini jumlah warga binaan berhasil ditekan menjadi 2.064 orang—mendekati kapasitas ideal 880 orang. Penurunan ini bukan sekadar statistik, melainkan menjadi titik awal perubahan paradigma, dari tempat menjalani hukuman menjadi ruang pembinaan yang produktif dan berdaya guna.

Di balik tembok tinggi lapas, geliat aktivitas ekonomi justru tumbuh. Warga binaan tidak lagi hanya menunggu masa bebas, tetapi aktif mengembangkan keterampilan melalui berbagai unit usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang dikelola secara internal.

“Kami berupaya menghadirkan pembinaan yang berdampak nyata, tidak hanya membentuk kedisiplinan, tetapi juga membekali keterampilan hidup,” ujar Kepala Bidang Kegiatan Kerja Lapas Kelas I Cipinang, Lis Susanti, Kamis (23/4/2026).

Salah satu program unggulan adalah produksi batik “Lintas Lima”. Nama tersebut diambil dari jam aktivitas warga binaan yang berlangsung hingga pukul 17.00 WIB.

Dalam program ini, warga binaan memproduksi batik tulis dan batik cap secara manual dengan proses yang membutuhkan ketelatenan tinggi.

Untuk menghasilkan satu lembar batik tulis, dibutuhkan waktu hingga satu bulan. Sementara batik cap dapat diselesaikan dalam rentang empat hari hingga dua minggu, dengan total produksi sekitar 50 lembar per bulan.

Meski terbatas, produk batik ini telah dipasarkan melalui pameran, platform e-commerce seperti Tokopedia dan Shopee, bahkan menembus pasar internasional.

“Seluruh proses dikerjakan oleh warga binaan, mulai dari awal hingga finishing. Kami juga bekerja sama dengan Yayasan Batik Indonesia untuk pelatihan,” jelas Lis.

Bagi warga binaan, program ini memberikan manfaat ekonomi sekaligus keterampilan baru. Rudi, salah satu peserta, mengaku telah dua tahun menekuni kerajinan batik selama menjalani masa hukuman.

“Lumayan untuk kebutuhan sehari-hari. Di luar saya sempat menganggur, di sini justru mendapatkan keahlian,” ujar Warga Binaan.

Dari hasil penjualan, ia memperoleh sekitar 30 persen keuntungan.

Tak hanya batik, Lapas Cipinang juga mengembangkan unit usaha lain seperti kafe “Lintas 5”, yang seluruh baristanya merupakan warga binaan.

Menariknya, setiap transaksi di kafe ini tetap berbayar tanpa pengecualian. Dari aktivitas tersebut, warga binaan dapat memperoleh penghasilan sekitar Rp200 ribu per bulan, sebagian di antaranya dikirimkan kepada keluarga.

Selain itu, layanan barbershop turut menjadi wadah pembinaan keterampilan. Siswanto, salah satu warga binaan yang bekerja sebagai tukang cukur, mengaku telah menjalani pelatihan selama tiga bulan sebelum mulai bekerja.

“Sehari bisa memangkas empat sampai lima orang, dengan premi Rp6.000 per pelanggan. Ini sangat membantu untuk kebutuhan sehari-hari,” katanya.

Ia pun berencana menjadikan keterampilan tersebut sebagai sumber penghasilan setelah bebas nanti.

Beragam kegiatan produktif lainnya juga dikembangkan, mulai dari pembuatan miniatur kapal pinisi, bengkel kerja, hingga produksi roti.

Seluruh kegiatan ini melibatkan warga binaan yang telah mendapatkan pelatihan sesuai bidang masing-masing.

Di sektor ketahanan pangan, Lapas Cipinang mengoptimalkan lahan sepanjang 500 meter untuk pertanian sayuran seperti kangkung, sawi, dan terong. Selain itu, dikembangkan pula budidaya ikan lele dan nila, serta peternakan ayam petelur yang ditargetkan mencapai 1.000 ekor.

Adnan, warga binaan yang telah menjalani hukuman selama sembilan tahun, kini aktif di bidang pertanian.

“Di sini saya mendapat ilmu baru. Hasilnya sebagian ditabung untuk keluarga,” ujarnya.

Fasilitas pendukung juga terus diperkuat. Lapas menyediakan air minum gratis hingga dua liter per orang setiap hari melalui kerja sama dengan Pelindo. Selain itu, terdapat blok restoratif sebagai pendekatan pembinaan khusus bagi warga binaan yang melakukan pelanggaran.

“Di blok ini, mereka menjalani asesmen dan pembinaan khusus sebelum kembali ke blok umum,” kata Lis.

Dengan dukungan 270 pegawai, termasuk tenaga medis yang terdiri dari tiga dokter umum, tiga dokter gigi, dan sembilan perawat, kondisi lapas dinilai semakin kondusif.

Pendekatan pembinaan berbasis keterampilan ini diharapkan mampu menekan angka residivisme sekaligus memberikan bekal nyata bagi warga binaan saat kembali ke masyarakat.

Kini, Lapas Cipinang tak lagi sekadar tempat menjalani hukuman, melainkan ruang transformasi—di mana keterbatasan justru melahirkan harapan baru.(Thalib)

Berita Terkait

AJP, Buronan Pembunuhan AS, Ditangkap di Indonesia dan Dipulangkan dengan Pengawalan US Marshals
Langkah Tegas Ditjen PAS: 263 Warga Binaan High Risk Digeser ke Nusakambangan
Sinergi Imigrasi dan Seskab, Pelayanan Bandara hingga Perbatasan Ditingkatkan
Hunian Lapas Melonjak, Ditjen PAS Dorong Pendekatan Restoratif Lewat KUHAP Baru
WCPP 2026 dan Wajah Baru Pemasyarakatan: Prestasi Lahir dari Balik Lapas
Komitmen Tegas Pemerintah: Menteri Imipas Pastikan Lapas Bersih dari Narkotika
Ikrar Tanpa Kompromi: Lapas Pati Deklarasikan Perang terhadap Narkoba dan HP Ilegal
Imigrasi Bongkar Skema Ilegal ke Australia, Tiga WN Pakistan Hadapi Ancaman 15 Tahun Penjara

Berita Terkait

Jumat, 24 April 2026 - 11:28 WIB

AJP, Buronan Pembunuhan AS, Ditangkap di Indonesia dan Dipulangkan dengan Pengawalan US Marshals

Jumat, 24 April 2026 - 10:34 WIB

Dari Penjara ke Ruang Karya: Wajah Baru Pembinaan di Lapas Cipinang

Jumat, 24 April 2026 - 10:05 WIB

Langkah Tegas Ditjen PAS: 263 Warga Binaan High Risk Digeser ke Nusakambangan

Kamis, 23 April 2026 - 06:56 WIB

Sinergi Imigrasi dan Seskab, Pelayanan Bandara hingga Perbatasan Ditingkatkan

Rabu, 22 April 2026 - 23:54 WIB

Hunian Lapas Melonjak, Ditjen PAS Dorong Pendekatan Restoratif Lewat KUHAP Baru

Berita Terbaru

Ekbis

Alarm Ketahanan Energi Nasional Ditengah Fiskal Sempit

Jumat, 24 Apr 2026 - 16:35 WIB

Aktifitas Warga Binaan Lapas Kelas 1 Cipinang sedang membuat produk Batik Gambar Produk UMKM. (Foto - Thalib)

Kemen Imipas

Dari Penjara ke Ruang Karya: Wajah Baru Pembinaan di Lapas Cipinang

Jumat, 24 Apr 2026 - 10:34 WIB