Bazar Karya Warga Binaan Warnai HBP ke-62, Bukti Nyata Pembinaan Produktif

Avatar photo

- Penulis

Selasa, 28 April 2026 - 12:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Agus Andrianto, Wakil Menteri Imipas Silmy Karim, Direktur  Pemasyarakatan Drs.Mashudi, beserta Jajaran Pejabat Utama saat Konferensi Pers. (Foto - Thalib)

Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Agus Andrianto, Wakil Menteri Imipas Silmy Karim, Direktur Pemasyarakatan Drs.Mashudi, beserta Jajaran Pejabat Utama saat Konferensi Pers. (Foto - Thalib)

Tangerang, Genzanews.com — Direktorat Jenderal Pemasyarakatan menandai usia ke-62 dengan menegaskan arah transformasi menuju institusi yang lebih modern, humanis, dan kolaboratif. Momentum tersebut tercermin dalam peringatan Hari Bakti Pemasyarakatan ke-62 yang digelar di Politeknik Imigrasi dan Pemasyarakatan, Senin (27/4/2026).

Peringatan tahun ini berlangsung sederhana, namun sarat makna. Kegiatan diawali dengan aksi donor darah sebagai bentuk kepedulian sosial, dilanjutkan penampilan marching band taruna yang menambah semarak suasana, hingga puncak acara tasyakuran di Auditorium Prof. Dr. Muladi, S.H., M.H. Nuansa kebersamaan dan pengabdian menjadi benang merah dalam seluruh rangkaian kegiatan.

Tidak hanya berisi seremoni, peringatan ini juga menampilkan bazar karya warga binaan dari berbagai daerah di Indonesia. Produk yang dipamerkan mencerminkan hasil pembinaan yang produktif, mulai dari makanan olahan seperti bakso, roti, dan kue, hingga kerajinan tangan, produk pertanian, serta hasil peternakan seperti telur dari kandang ayam petelur yang dikelola warga binaan.

Melalui momentum ini, Pemasyarakatan menegaskan perubahan paradigma yang semakin kuat, dari pendekatan berbasis penghukuman menuju pembinaan dan pemberdayaan.

Lembaga pemasyarakatan kini diarahkan menjadi ruang pembinaan yang mampu membekali warga binaan dengan keterampilan dan kemandirian saat kembali ke masyarakat.

Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto, menegaskan bahwa transformasi tersebut membutuhkan sinergi lintas sektor yang solid.

“Inilah wajah baru Pemasyarakatan kita. Bukan hanya mengurung, tetapi membangun. Bukan hanya menekan, tetapi memberdayakan. Langkah mulia ini hanya dapat kita wujudkan melalui kerja keras, komitmen seluruh insan Pemasyarakatan, dan tentunya kolaborasi lintas sektoral,” ujarnya.

Sebagai bagian dari penguatan transformasi, Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan menandatangani sejumlah nota kesepahaman strategis dengan berbagai kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah.

Kerja sama tersebut mencakup pemberdayaan ekonomi berbasis koperasi, penguatan layanan agraria dan tata ruang, peningkatan layanan kesehatan, hingga jaminan kesehatan nasional bagi warga binaan.

Kolaborasi juga diperluas melalui kesepakatan lintas kementerian untuk memperkuat layanan kesehatan di lingkungan pemasyarakatan, termasuk sinergi dengan pemerintah daerah seperti Pemerintah Provinsi Bali.

Langkah ini dinilai sebagai respons atas tantangan pemasyarakatan dan keimigrasian yang semakin kompleks. Melalui kerja sama lintas sektor, pelaksanaan tugas dan fungsi diharapkan menjadi lebih efektif serta memberikan dampak nyata bagi masyarakat luas.

Namun demikian, Agus menekankan bahwa seluruh upaya tersebut harus ditopang oleh integritas. Menurutnya, tanpa integritas, berbagai program dan kerja sama yang dibangun tidak akan memberikan hasil yang optimal.

“Kesepakatan-kesepakatan besar ini adalah modalitas luar biasa bagi institusi kita. Namun, sehebat apa pun kolaborasi yang kita bangun, semua tidak akan berarti apa-apa jika tidak dilandasi pondasi bernama integritas,” tegasnya.

Memasuki usia ke-62, Pemasyarakatan menegaskan posisinya sebagai institusi yang adaptif terhadap perubahan dan berorientasi pada pembangunan nasional. Dari balik tembok lembaga pemasyarakatan, kini terus lahir karya, harapan, serta kontribusi nyata bagi Indonesia.(Thalib)

Berita Terkait

Imigrasi Sukabumi Bongkar Sindikat Love Scamming Internasional, 16 WNA Diamankan di Pelabuhan Ratu
Ditjen Imigrasi Optimalkan Kebijakan Visa untuk Dukung Event Seni dan Olahraga Internasional
Polda Jateng dan Lapas Semarang Perkuat Sinergi, Perang terhadap Narkoba di Balik Jeruji Diperketat
Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan Tindak 774 Pelanggaran Disiplin ASN, 71 Pegawai Dipecat
Dirjen Imigrasi Luncurkan PMI Lounge, Tingkatkan Layanan Bermartabat untuk Pekerja Migran Indonesia
Sosialisasi Kumham Imipas, Lapas Tangerang Pertegas Arah Pembinaan dan Pelayanan
AJP, Buronan Pembunuhan AS, Ditangkap di Indonesia dan Dipulangkan dengan Pengawalan US Marshals
Dari Penjara ke Ruang Karya: Wajah Baru Pembinaan di Lapas Cipinang

Berita Terkait

Kamis, 30 April 2026 - 21:31 WIB

Imigrasi Sukabumi Bongkar Sindikat Love Scamming Internasional, 16 WNA Diamankan di Pelabuhan Ratu

Kamis, 30 April 2026 - 18:42 WIB

Ditjen Imigrasi Optimalkan Kebijakan Visa untuk Dukung Event Seni dan Olahraga Internasional

Kamis, 30 April 2026 - 14:26 WIB

Polda Jateng dan Lapas Semarang Perkuat Sinergi, Perang terhadap Narkoba di Balik Jeruji Diperketat

Rabu, 29 April 2026 - 19:41 WIB

Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan Tindak 774 Pelanggaran Disiplin ASN, 71 Pegawai Dipecat

Selasa, 28 April 2026 - 12:33 WIB

Bazar Karya Warga Binaan Warnai HBP ke-62, Bukti Nyata Pembinaan Produktif

Berita Terbaru