Triliunan Rupiah Kembali ke Kas Negara: Jampidsus “Sikat” Koruptor dan Mafia Hutan, Negara Dapat Kado Rp6,6 Triliun di Akhir Tahun

Avatar photo

- Penulis

Senin, 5 Januari 2026 - 18:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

GENZANEWS.COM – Jakarta — Negara tak sekadar menutup tahun, tetapi menagih kembali haknya. Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) bersama Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH) resmi menyerahkan uang fantastis senilai Rp6,6 triliun ke kas negara. Penyerahan dilakukan melalui Menteri Keuangan dan disaksikan langsung oleh Presiden RI Prabowo Subianto, Rabu (24/12/2025), di Gedung Bundar Kejaksaan Agung.

Uang triliunan rupiah itu menjadi “kado Nataru” bagi bangsa—hasil nyata pembongkaran praktik korupsi dan penertiban perusahaan-perusahaan yang selama ini menjarah kawasan hutan tanpa izin.

Di balik angka besar tersebut, tersimpan pesan tegas: negara tidak lagi memberi ruang bagi perampok uang rakyat dan perusak lingkungan.

Keberhasilan ini menegaskan peran sentral Jampidsus Febrie Adriansyah, yang juga menjabat Ketua Pelaksana Satgas PKH. Total dana yang diserahkan mencapai Rp6.625.294.190.469,74, terdiri dari denda administratif dan pemulihan kerugian negara dari sejumlah perkara korupsi kelas kakap.

Rinciannya, Rp2,3 triliun berasal dari penagihan denda administratif perusahaan pelanggar izin kawasan hutan. Sementara Rp4,2 triliun lainnya merupakan hasil penyelamatan keuangan negara dari penanganan perkara tindak pidana korupsi, termasuk kasus ekspor CPO dengan tersangka korporasi Musim Mas Group dan Permata Hijau senilai Rp3,7 triliun, serta perkara impor gula senilai Rp585 miliar.

Tak hanya uang, Satgas PKH juga menyerahkan hasil penguasaan kembali kawasan hutan tahap V seluas 893.002,38 hektare kepada PT Agrinas Palma.

Langkah ini menjadi sinyal kuat bahwa penegakan hukum tak berhenti di meja sidang, tetapi berlanjut pada pemulihan aset dan lingkungan.

Usai menyerahkan uang negara, Jampidsus Febrie Adriansyah langsung bertolak menunaikan ibadah umrah ke Tanah Suci.

Ibadah tersebut telah diagendakan sebelumnya sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah SWT atas keberhasilan menjalankan amanah negara—menyelamatkan uang rakyat yang selama ini bocor akibat korupsi dan praktik ilegal di sektor sawit serta pertambangan.

Dalam kurun 10 bulan, Satgas PKH mencatat capaian yang mencengangkan. Total 4.081.560,58 hektare lahan perkebunan berhasil dikuasai kembali—lebih dari 400 persen target awal—dengan nilai indikatif aset mencapai di atas Rp150 triliun.

Dari luasan tersebut, 2.482.220,343 hektare telah diserahkan kepada kementerian terkait.

Rinciannya, 1.708.033,583 hektare dikelola PT Agrinas Palma Nusantara, 688.427 hektare dipulihkan sebagai kawasan hutan konservasi, serta 81.793 hektare dikembalikan untuk dihijaukan kembali di kawasan Taman Nasional Tesso Nilo.

“Hukum harus tegak. Penegakan hukum yang tegas diperlukan demi menjaga stabilitas nasional. Hutan adalah anugerah Tuhan yang harus dikelola untuk kepentingan rakyat, bukan untuk segelintir kelompok,” tegas Febrie dalam keterangan tertulisnya, Minggu (4/1/2026).

Acara penyerahan tersebut turut dihadiri jajaran elite negara, di antaranya Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, hingga Kepala BPKP M. Yusuf Ateh.

Langkah ini menjadi penanda era baru: uang negara ditarik pulang, hutan direbut kembali, dan hukum tak lagi bisa ditawar. Negara hadir, tegas, dan tanpa kompromi. (Iwan)

Berita Terkait

Alarm Ketahanan Energi Nasional Ditengah Fiskal Sempit
RI Jangan Cuma Nonton! Ini Kata Haidar Alwi Soal Emas
Penggerebekan di Sentul Bongkar Penipuan Daring, 13 WN Jepang Dideportasi
Kementerian Imipas Tegas: Pelanggaran Pengawalan Napi di Kendari Terancam Sanksi Berat
Respons Cepat Pelanggaran WNA, Satgas Dharma Dewata Mulai Beroperasi di Bali
Polri Siap Jadi Garda Terdepan Jaga Stabilitas dan Iklim Investasi Nasional
Sidang Duta Palma: Kuasa Hukum Sebut Penyitaan Gedung Menara Palma Tak Berdasar Hukum
Ujian Awal Dirjen Imigrasi Hendarsam Marantoko: Kasus Pungli Batam Center Picu Bersih-Bersih Internal

Berita Terkait

Jumat, 24 April 2026 - 16:35 WIB

Alarm Ketahanan Energi Nasional Ditengah Fiskal Sempit

Selasa, 21 April 2026 - 10:58 WIB

RI Jangan Cuma Nonton! Ini Kata Haidar Alwi Soal Emas

Kamis, 16 April 2026 - 14:05 WIB

Penggerebekan di Sentul Bongkar Penipuan Daring, 13 WN Jepang Dideportasi

Kamis, 16 April 2026 - 08:25 WIB

Kementerian Imipas Tegas: Pelanggaran Pengawalan Napi di Kendari Terancam Sanksi Berat

Rabu, 15 April 2026 - 18:14 WIB

Respons Cepat Pelanggaran WNA, Satgas Dharma Dewata Mulai Beroperasi di Bali

Berita Terbaru

Ekbis

Alarm Ketahanan Energi Nasional Ditengah Fiskal Sempit

Jumat, 24 Apr 2026 - 16:35 WIB

Aktifitas Warga Binaan Lapas Kelas 1 Cipinang sedang membuat produk Batik Gambar Produk UMKM. (Foto - Thalib)

Kemen Imipas

Dari Penjara ke Ruang Karya: Wajah Baru Pembinaan di Lapas Cipinang

Jumat, 24 Apr 2026 - 10:34 WIB