Dari Kunjungan Digital hingga UMKM: Strategi Lapas Salemba Hadapi Overkapasitas

Avatar photo

- Penulis

Rabu, 6 Mei 2026 - 14:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Salah Ruangan UMKM Didalam Lapas Salemba (Foto - Thalib)

Salah Ruangan UMKM Didalam Lapas Salemba (Foto - Thalib)

JAKARTA, Genzanews.com — Di tengah padatnya aktivitas ibu kota, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Salemba berdiri sebagai potret kontras antara sistem pemidanaan dan pendekatan kemanusiaan.

Di balik tembok tinggi dan kawat berduri, lapas ini tidak hanya menjalankan fungsi pengamanan, tetapi juga mengedepankan pelayanan humanis serta pembinaan berkelanjutan bagi warga binaan.

Sejak memasuki area utama, suasana tertib dan terorganisir langsung terasa. Petugas tampak sigap mengatur alur kunjungan, sementara antrean keluarga warga binaan yang mengular mencerminkan tingginya kebutuhan layanan.

Humas Lapas Salemba, Andhi, menegaskan bahwa layanan kunjungan merupakan bagian penting dalam pemenuhan hak warga binaan.

“Layanan kunjungan adalah inti pelayanan kami. Ini bukan sekadar prosedur, tetapi bagian dari hak yang harus dipenuhi,” ujar Andhi, Selasa (5/5/2026).

Untuk meningkatkan transparansi sekaligus menekan potensi pungutan liar, lapas menyediakan dua metode pendaftaran kunjungan, yakni secara langsung dan daring melalui aplikasi Siontel.

Sistem digital ini dinilai mampu memberikan kemudahan akses sekaligus memperkuat pengawasan layanan.

Meski mengedepankan kenyamanan, aspek keamanan tetap menjadi prioritas. Setiap pengunjung wajib melalui prosedur ketat, mulai dari pengambilan nomor antrean, penitipan barang di loker, hingga verifikasi identitas yang terintegrasi dengan sistem pemasyarakatan.

Pemeriksaan barang dilakukan berlapis, baik secara manual maupun menggunakan mesin X-ray, guna mencegah masuknya barang terlarang seperti narkoba, senjata, dan alat komunikasi ilegal.

“Pengamanan kami berlapis, mengombinasikan teknologi dan pemeriksaan manual,” tegas Andhi.

Setelah seluruh tahapan dilalui, pengunjung dapat bertemu keluarga di ruang kunjungan dengan durasi rata-rata 15 menit.

Dalam kondisi tertentu, petugas memberikan toleransi waktu secara humanis. Fasilitas ruang berpendingin udara turut menunjang kenyamanan interaksi.

Salah satu inovasi yang menonjol adalah ruang komunikasi terbuka yang memungkinkan interaksi langsung antara petugas, warga binaan, dan keluarga tanpa sekat.

Melalui ruang ini, berbagai informasi terkait hak warga binaan—seperti remisi, pembebasan bersyarat (PB), cuti bersyarat (CB), hingga cuti menjelang bebas (CMB)—dapat diakses secara transparan.

“Inisiatif ini untuk mencegah disinformasi dan praktik pungli. Semua informasi bisa diperoleh secara terbuka,” jelasnya.

Lapas Salemba juga menghadirkan fasilitas pendukung seperti ruang bermain anak serta ruang prioritas bagi lansia, ibu hamil, dan ibu menyusui, sebagai bentuk pelayanan yang inklusif.

Namun di balik berbagai inovasi tersebut, tantangan overkapasitas masih menjadi persoalan utama. Dari kapasitas sekitar 572 orang, jumlah penghuni saat ini mencapai lebih dari 1.383 warga binaan, dengan sekitar 70 persen merupakan kasus narkoba.

Kondisi ini menuntut pengelolaan ekstra, baik dalam aspek keamanan maupun pembinaan.
Untuk menjawab tantangan tersebut, lapas mengembangkan berbagai program pembinaan berbasis produktivitas.

Kegiatan yang dijalankan meliputi produksi roti, konveksi pakaian, pembuatan sandal hotel, barbershop, sanggar lukis, hingga pertanian hidroponik dan peternakan ayam.

Produk yang dihasilkan tidak hanya untuk kebutuhan internal, tetapi juga dipasarkan melalui kerja sama dengan pelaku usaha.

Salah satu warga binaan, Ferry, mengaku memperoleh manfaat ekonomi dari kegiatan tersebut.

“Alhamdulillah, setiap 10 hari ada pemasukan. Bisa untuk kebutuhan sendiri, bahkan sebagian dikirim ke keluarga,” ujarnya.

Hal serupa disampaikan Ali, peserta pelatihan menjahit. “Daripada hanya diam, lebih baik ikut kegiatan. Jadi punya keterampilan dan bisa menghasilkan,” katanya.

Program pembinaan ini sekaligus menjadi bagian dari upaya mendorong tumbuhnya usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di lingkungan pemasyarakatan, serta memberikan bekal kemandirian bagi warga binaan setelah bebas.

Berkat berbagai inovasi layanan dan pembinaan, Lapas Salemba kerap menjadi rujukan studi tiru bagi sejumlah lapas di Indonesia, bahkan hingga mancanegara.

Delegasi dari berbagai daerah seperti Kalimantan dan Sulawesi, serta dari Malaysia, tercatat pernah berkunjung untuk mempelajari sistem yang diterapkan.

Di bawah kepemimpinan Kalapas Amico Balalembang, komitmen pelayanan juga terlihat saat momen hari besar keagamaan. Lapas tetap membuka layanan kunjungan khusus pada Idul Fitri, Natal, dan perayaan lainnya, guna menjaga ikatan keluarga warga binaan.

“Seluruh petugas tetap bertugas tanpa cuti, demi memastikan pelayanan berjalan optimal,” pungkas Andhi.

Di tengah keterbatasan dan tekanan kapasitas, Lapas Salemba terus berupaya menghadirkan wajah pemasyarakatan yang lebih manusiawi—bukan sekadar tempat menjalani hukuman, melainkan ruang pembinaan yang memberi peluang perubahan.(Thalib)

Berita Terkait

Imigrasi Tegas: 62 WNA Pelanggar di Bali Akan Ditindak Tanpa Kompromi
Gagal Kabur ke Kuala Lumpur, Tiga WNA DPO Kasus Pencurian Rumah Mewah di Bogor Ditangkap Imigrasi Ngurah Rai
23 WNI Tujuan Jeddah Ditunda, Imigrasi Perketat Pengawasan Haji 2026
Reformasi Diuji: Skandal ‘Sel Sultan’ Blitar Berakhir dengan Pencopotan Tiga Petugas
Imigrasi Sukabumi Bongkar Sindikat Love Scamming Internasional, 16 WNA Diamankan di Pelabuhan Ratu
Ditjen Imigrasi Optimalkan Kebijakan Visa untuk Dukung Event Seni dan Olahraga Internasional
Polda Jateng dan Lapas Semarang Perkuat Sinergi, Perang terhadap Narkoba di Balik Jeruji Diperketat
Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan Tindak 774 Pelanggaran Disiplin ASN, 71 Pegawai Dipecat

Berita Terkait

Rabu, 6 Mei 2026 - 14:43 WIB

Dari Kunjungan Digital hingga UMKM: Strategi Lapas Salemba Hadapi Overkapasitas

Selasa, 5 Mei 2026 - 17:59 WIB

Imigrasi Tegas: 62 WNA Pelanggar di Bali Akan Ditindak Tanpa Kompromi

Sabtu, 2 Mei 2026 - 21:54 WIB

Gagal Kabur ke Kuala Lumpur, Tiga WNA DPO Kasus Pencurian Rumah Mewah di Bogor Ditangkap Imigrasi Ngurah Rai

Jumat, 1 Mei 2026 - 20:15 WIB

23 WNI Tujuan Jeddah Ditunda, Imigrasi Perketat Pengawasan Haji 2026

Jumat, 1 Mei 2026 - 10:59 WIB

Reformasi Diuji: Skandal ‘Sel Sultan’ Blitar Berakhir dengan Pencopotan Tiga Petugas

Berita Terbaru